Debat Panas Pilkada Padang: Calon Saling Serang Soal Nasib Pasar Tradisional

Kami ingin menyelamatkan pedagang dari jeratan rentenir, sehingga mereka bisa berjualan dengan lebih tenang dan berkembang, ujarnya.

Chandra Iswinarno
Sabtu, 16 November 2024 | 17:59 WIB
Debat Panas Pilkada Padang: Calon Saling Serang Soal Nasib Pasar Tradisional
Debat publik kedua Pilkada Kota Padang akan berlangsung malam ini, Jumat (15/11/2024), di Hotel Truntum, Kota Padang. [YouTube/KPU Kota Padang]

SuaraSumbar.id - Debat kedua Pilkada Kota Padang yang digelar di Hotel Truntum pada Jumat (15/11) menghadirkan diskusi sengit antara pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Isu pasar tradisional menjadi salah satu topik utama yang memicu perdebatan menarik antara Paslon nomor urut 02, Iqbal-Amasrul, dan Paslon nomor urut 03, Hendri Septa-Hidayat.

Pertanyaan Pemicu Perdebatan

Momen menarik terjadi ketika Hidayat dari Paslon nomor urut 03 bertanya kepada Iqbal-Amasrul mengenai nama-nama pasar yang dikelola oleh UPTD di Kota Padang.

Baca Juga:Pilkada Sijunjung 2024: Siapa Lebih Pro Rakyat? Benny-Radi Utamakan Kontraktor Lokal, Hendri-Mukhlis Tekankan Profesionalisme

“Bisa disebutkan nama-nama pasar yang dikelola UPTD di Kota Padang?” tanya Hidayat.

Iqbal menanggapi pertanyaan tersebut dengan nada skeptis, menyebutkan bahwa pertanyaan semacam itu kurang relevan dalam konteks perdebatan program kerja.

“Pertanyaannya kurang berkualitas, kami berharap yang lebih tajam. Namun, ada beberapa pasar seperti Pasar Tabing dan Pasar Gaung yang memang perlu dibenahi karena banyak yang masih kotor dan terkelola dengan kurang baik,” jawabnya.

Ia juga menyoroti buruknya pengelolaan kebersihan di banyak pasar di Kota Padang.

“Saya sudah mengunjungi beberapa pasar dan menemukan sampah di mana-mana. Ini menjadi perhatian serius kita ke depan,” tambahnya.

Baca Juga:Pabrik Karet Vs Bibit Unggul: Debat Panas Pilkada Sijunjung 2024 Berebut Suara Petani

Fokus pada Revitalisasi dan Ekonomi Pasar

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini