Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya 648.606 ton.

Suhardiman
Kamis, 16 April 2026 | 11:46 WIB
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
Ilustrasi CPO/crude palm oil (Freepik)
Baca 10 detik
  • Ekspor CPO Sumatera Barat melalui Pelabuhan Teluk Bayur melonjak hingga 875.559 ton pada Maret 2026 dibandingkan periode sebelumnya.
  • Konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga komoditas sehingga pengusaha meningkatkan pengiriman CPO ke India dan Pakistan.
  • Nilai total ekspor Sumatera Barat pada awal tahun 2026 mencapai Rp10,4 triliun dengan peningkatan sebesar 42,94 persen.

SuaraSumbar.id - Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah ternyata membawa dampak tidak terduga bagi perdagangan komoditas Indonesia.

Di tengah ketegangan global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari Sumatera Barat justru melonjak.

"Justru dengan adanya konflik global dan situasi global, itu berdampak kepada kenaikan harga CPO," kata Branch Manager PTP nonpetikemas cabang Teluk Bayur Fauzi, melansir Antara, Kamis, 16 April 2026.

Menurut data dari PTP nonpetikemas cabang Teluk Bayur, total ekspor CPO hingga Maret 2026 mencapai 875.559 ton. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya 648.606 ton.

"Jadi ada kenaikan CPO yang dikirimkan ke India dan Pakistan," ujarnya.

Sejak perang terjadi di kawasan Timur Tengah ia membenarkan para pengusaha minyak kelapa sawit mentah justru berlomba-lomba mengekspor salah satu komoditas unggulan asal Sumbar tersebut.

Bahkan, minyak kelapa sawit mentah menjadi komoditas unggulan ekspor yang dikirim ke sejumlah negara Asia Selatan lewat PTP nonpetikemas cabang Teluk Bayur, Kota Padang khususnya pada 2025 dengan total 3.151.458 ton.

Secara umum Fauzi mengatakan konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan sekutunya Israel, tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas bongkar muat, atau ekspor dan impor di pelabuhan setempat.

Tambahan informasi, merujuk data Badan Pusat Statistik Sumbar, nilai ekspor provinsi setempat pada Januari–Februari 2026 sebesar Rp10,4 triliun. Nilai itu naik 42,94 persen jika dibandingkan periode yang sama 2025.

Sementara, nilai ekspor Februari 2026 tercatat mencapai Rp5 triliun lebih, atau naik 8,54 persen bila dibandingkan secara year on year Februari 2025. Pada Januari-Februari 2026 India dan Pakistan masih menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar dengan kontribusi masing-masing Rp3 triliun dan Rp2 triliun lebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini