12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda Darurat

pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang belajar darurat, sehingga tidak lagi di tenda sembari menunggu pembangunan sekolah permanen.

Suhardiman
Senin, 01 Juni 2026 | 14:09 WIB
12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda Darurat
Tim Satgas PRR Kemendagri saat meninjau sekolah SDN 10 Linge yang masih belajar di tenda darurat, di Aceh Tengah. [Antara]
Baca 10 detik
  • Banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 menyebabkan dua belas sekolah di Aceh Tengah menggunakan tenda darurat.
  • Lokasi sekolah di Kecamatan Ketol, Bintang, dan Linge terkendala kerusakan bangunan serta pembatas sungai yang membahayakan siswa.
  • Pemerintah daerah mengupayakan ruang belajar sementara sembari menyelesaikan persyaratan administrasi tanah untuk pembangunan gedung sekolah yang permanen.

SuaraSumbar.id - Banjir dan tanah longsor menerjang wilayah Aceh Tengah pada Akhir November 2025. Hingga kini masih ada 12 sekolah di daerah itu masih melakukan proses belajar mengajar di tenda darurat.

"Saat ini ada sekitar 12 sekolah yang masih belajar di tenda darurat," kata Plt Kadis Pendidikan Aceh Tengah, Salimsyah, melansir Antara, Senin, 1 Juni 2026.

Adapun 12 sekolah itu tersebar di Kecamatan Ketol, Bintang dan Linge. Kondisinya cukup bervariasi, yakni ada yang tidak bisa dipakai sama sekali untuk proses belajar mengajar dan ada lokasi sekolah awal terpisah oleh sungai dari desa pelajar.

Rata-rata sekolah di Aceh Tengah terdapat pembatas sungai yang melebar pascabencana yang memicu kekhawatiran akan keselamatan anak-anak sehingga terpaksa dibuat sekolah darurat sementara.

"Ada inisiatif pemerintah daerah membangun dua tempat, pertama sekolah asal, kedua ada tempat yang bisa dimanfaatkan di tenda. Ada beberapa titik seperti itu , Ketol, Bintang dan Linge," ujarnya.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang belajar darurat, sehingga tidak lagi di tenda sembari menunggu pembangunan sekolah permanen.

"Kita harapkan dalam waktu dekat bisa dihadirkan ruang belajar darurat, apakah di rumah atau sekolah berdekatan. Yang jelas ini terus kita usahakan secepat mungkin demi menghadirkan pendidikan yang nyaman untuk anak-anak kita," katanya.

Terkait relokasi sekolah yang berada di titik rawan bencana, lanjut Salimsyah, sesuai Kemendagri, pihaknya terus berupaya menyiapkan persyaratan surat tanah yang selama ini masih menjadi kendala utama pengusulan pembangunan sekolah baru.

"Karena salah satu syaratnya itu surat tanah. Saat kita ke lapangan menyerap informasi dari kepala desa dan kepala sekolah, memang terkendalanya di situ," ujar Salimsyah.

Terpisah, Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri, Imran mengatakan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan sekolah sementara terhadap anak-anak yang masih belajar di tenda darurat sembari menunggu penganggaran sekolah baru.

"Dalam waktu singkat pemerintah daerah bisa sementara menggunakan sekolah yang masih bisa digunakan dari pada belajar di tenda. Sambil menunggu dibangun sekolah permanen. Kita harap Pemkab cepat bangun sekolah sementara," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini