1.076 Kasus TBC Ditemukan di Pesisir Selatan, Berpotensi Meningkat hingga Akhir 2024!

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sebanyak 1.076 kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut sepanjang 2024.

Riki Chandra
Rabu, 18 Desember 2024 | 15:48 WIB
1.076 Kasus TBC Ditemukan di Pesisir Selatan, Berpotensi Meningkat hingga Akhir 2024!
Ilustrasi TBC. [Ist]

SuaraSumbar.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sebanyak 1.076 kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut sepanjang 2024. Data itu merupakan hasil temuan hingga November 2024 dan diperkirakan masih akan bertambah di Desember.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pesisir Selatan, Erna Juita mengatakan, kasus-kasus ini terdeteksi melalui fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit.

“Kasus terbanyak ditemukan di RSUD M. Zein dengan 384 kasus, diikuti RS Bhakti Kesehatan Masyarakat sebanyak 151 kasus,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).

Selain itu, beberapa puskesmas dengan angka kasus tinggi meliputi Puskesmas Air Haji (70 kasus), Puskesmas Balai Selasa (60 kasus), dan Puskesmas Kambang serta Surantih masing-masing mencatat 42 kasus. Total 23 puskesmas berkontribusi dalam deteksi 1.076 kasus TBC ini.

Dinkes Pesisir Selatan telah memulai pengobatan bagi seluruh penderita TBC yang terdeteksi.

“Keberhasilan pengobatan baru dapat dipantau pada 2025. Namun, pada 2023, tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Pesisir Selatan mencapai 90 persen,” katanya.

Selain itu, hingga November 2024, Dinkes Pesisir Selatan telah memeriksa 6.823 orang yang diduga mengidap TBC. Pemeriksaan melibatkan deteksi gejala seperti batuk berdahak selama lebih dari 14 hari, berat badan yang menurun drastis, keringat malam hari tanpa aktivitas, dan nafsu makan yang berkurang.

Erna menegaskan, masyarakat dengan gejala tersebut disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pada 2023, sebanyak 43 warga Pesisir Selatan meninggal dunia akibat TBC, menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius.

Untuk memutus rantai penularan, Dinkes Pesisir Selatan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita, hingga menjangkau dua puluh rumah di sekitar pasien. Selain itu, penggunaan masker dan kebersihan lingkungan menjadi fokus utama dalam pencegahan.

Menurutnya, imunisasi BCG bagi bayi, investigasi kontak, dan surveilans aktif di puskesmas serta rumah sakit menjadi langkah utama. Sosialisasi melalui media massa dan tatap muka dengan masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran.

Tahun 2025, Dinkes akan menjalankan program Active Case Finding (ACF) tahap III dengan target pemeriksaan 3.000 orang yang berisiko tinggi terkena TBC, termasuk kontak serumah, perokok, penderita diabetes melitus, gizi buruk, dan pengidap HIV.

“Kami menargetkan insiden TBC turun 50 persen dan angka kematian akibat TBC berkurang 75 persen,” ungkapnya.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak