Rumah Impian, Penyeka Air Mata Selepas Badai PHK

Meski berukuran kecil, bagi Nisa dan suaminya, rumah seluas 60 meter persegi itu adalah "istana".

Riki Chandra
Kamis, 17 Februari 2022 | 22:03 WIB
Rumah Impian, Penyeka Air Mata Selepas Badai PHK
Nisa dan putri kecilnya ketika menunjukkan tanda KPR bersubdi BTN. [Suara.com/Riki Chandra]

Tahun 2021, kata Hirwandi, BTN mencatatkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP dengan nilai lebih dari Rp 17 triliun untuk 117 ribu unit rumah lebih. Dia optimis penyaluran KPR Sejahtera FLPP 2022 lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Tak sekadar mempercepat penyaluran KPR bersubsidi, Hirwandi mengatakan, BTN juga akan meningkatkan pelayanan kepada developer, sebagai mitra pembangunan rumah. Mulai dari proses pencairan kredit konstruksi, pelayanan jemput bola, pengurusan dokumen, serta yang paling penting adalah bekerjasama mengupayakan rumah berkualitas bagi masyarakat.

Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, tahun ini BTN menargetkan pertumbuhan laba bersih di angka 9 hingga 11 persen. Salah satu cara mencapainya adalah dengan menurunkan biaya bunga, menjaga kualitas kredit, menurunkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) dan mengakselerasi transformasi bisnis perseroan.

"Kita memang berangkat dari perjalanan mentransformasi BTN, ini menjadikan fondasi untuk tumbuh. Transformasi itu penguatan dari sisi proses, SDM, teknologi informasi. Tahun ini kita akan melaksanakan target-target yang dituangkan dalam RBB (Rencana Bisnis Bank) dengan hasil transformasi tersebut," kata Haru dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga:BTN Siapkan Digital Mortgage Ecosystem Menghadapi Era Digitalisasi

Menurut Haru, pertumbuhan kredit Bank BTN di 2021 mengisyaratkan bahwa sektor perumahan cukup kuat dalam melewati masa krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. "Berbagai insentif yang diberikan pemerintah mampu menjaga daya beli konsumen, sehingga permintaan kredit rumah tetap meningkat. Kami optimis, saat ekonomi semakin pulih, dan pandemi berlalu sepenuhnya, permintaan KPR dapat meningkat lebih tinggi lagi," katanya.

Wujudkan Mimpi Generasi Muda

Bank BTN terus memperkuat digitalisasi dan juga sedang gencar-gencarnya membidik pasar generasi muda. Beragam inovasi layanan pun telah diluncurkan perseroan melalui aplikasi mobile banking Bank BTN, portal www.btnproperti.co.id dan www.rumahmurahbtn.co.id.

Sesuai slogannya “Karena hidup gak Cuma tentang hari ini", BTN mengajak generasi milenial mempersiapkan masa depan secepat mungkin. Terutama untuk tempat tinggal, kelak saat sudah berumahtangga. Sebab, harga rumah akan terus naik dari tahun ke tahun. Kondisi itu juga berpotensi membuyarkan mimpi milenial untuk mendapatkan rumah.

Indeks Harga Properti (IHPR) yang dirilis Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa kenaikan upah gaji bersih pegawai di Indonesia sejak 2017 hingga 2020, rata-rata 4,53 persen. Sedangkan kenaikan IHPR rata-rata di angka 3,22 persen. Secara persentase, kenaikan gaji pegawai memang lebih tinggi. Tapi perlu diingat, harga dasar rumah bisa mencapai 100 hingga 1.000 kali lipat dari gaji bulanan seorang pegawai.

Baca Juga:Cara Beli Rumah Murah Melalui Program Lelang Rumah Bank BTN

Generasi Z dan milenial berpotensi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 20 tahun mendatang. Dua generasi ini yang sebetulnya menjadi pangsa pasar potensial di sektor properti dan juga perbankan. Sebab, survei BPS pada Februari-September 2020 mengungkapkan bahwa jumlah generasi Z dan milinial mendominasi penduduk di Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini