Bangkai Ikan Mati Massal di Danau Maninjau Keluarkan Bau Busuk, Tercium hingga Jarak 1 Kilometer

Aroma busuk tercium dari sejumlah kawasan di Danau Maninjau.

Riki Chandra
Selasa, 15 Februari 2022 | 13:15 WIB
Bangkai Ikan Mati Massal di Danau Maninjau Keluarkan Bau Busuk, Tercium hingga Jarak 1 Kilometer
Bangkai ikan mati di Danau Maninjau. [Dok.Covesia.com]

SuaraSumbar.id - Aroma busuk tercium dari sejumlah kawasan di Danau Maninjau. Bau tak sedap itu berasal dari bangkai ikan mati massal di KJA Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Salah seorang pengendara yang melintas, M Fadillah mengatakan, aroma tidak sedap ini tercium di jalan provinsi Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Nagari Koto Malintang. "Tercium sampai ke jalan padahal radiusnya hampir 1 kilometer," katanya, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Selasa (15/2/2022).

Hal senada juga diungkapkan salah seorang warga di sekitar dermaga di nagari setempat. Menurutnya, bau busuk beserta amis ini sudah tercium 2 hari terakhir, tepatnya 3 hari semenjak peristiwa pertama kali kematian massal ikan.

"Sudah tiga hari terakhir, bahkan lewat saja saya mau mual, saat ini dermaga sudah sepi, tidak ada aktivitas," katanya.

Baca Juga:Ikan Mati di Danau Maninjau Bertambah, Petani Ungkap Kerugian Sampai Rp2,6 Miliar

Ia berharap kondisi tersebut harus cepat disikapi oleh pemerintah daerah sebelum bau bangkai ikan semakin meluas dan bisa berdampak kepada kesehatan masyarakat.

"Kita berharap pemerintah segera turun tangan, ini sangat berbahaya jika dibiarkan," ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Rosva Deswira mengatakan, kematian massal terpantau terjadi di KJA milik petani di Nagari Koto Malintang dan Duo Koto Sabtu-Minggu (12-13/2/2022).

"Ada dua nagari yang terdampak yaitu Koto Malintang dan Duo Koto. Saat ini sedang masih dalam pendataan penyuluh perikanan," ujarnya.

Dikatakannya, peristiwa kematian massal ikan ini merupakan peristiwa yang pertama kali di tahun 2022. Hal itu dipicu kondisi cuaca buruk yang terjadi sepekan terakhir.

Baca Juga:7 Daerah di Sumbar PKKM Level 3, Termasuk Kabupaten Solok dan Mentawai

"Curah hujan disertai angin kencang yang bertiup dari perbukitan ke danau memicu sediment di dasar danau naik ke permukaan, ini membuat kadar oksigen di air berkurang," jelasnya.

Selain itu, kebiasaan membuang bangkai ikan ke permukaan danau juga bisa memperparah kondisi air yang juga dapat memicu kematian dalam jumlah yang lebih besar lagi.

"Kami sudah meminta kepada petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke danau. selain itu segera memanen ikan yang sudah berukuran besar dan memindahkan ikan yang masih kecil ke kolam darat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini