alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bunga Bangkai Setinggi 4 Meter Tumbuh di Kebun Warga Agam

Riki Chandra Kamis, 04 November 2021 | 11:06 WIB

Bunga Bangkai Setinggi 4 Meter Tumbuh di Kebun Warga Agam
Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin saat melihat bunga bangkai di kebun warga. [Dok.ANTARA]

Bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas setinggi empat meter ditemukan tumbuh di kebun warga Koro Malintang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam.

SuaraSumbar.id - Bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas setinggi empat meter ditemukan tumbuh di kebun warga Koro Malintang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin mengatakan, bunga bangkai itu tumbuh di kebun kakao milik Erizal (50) dan lokasinya tidak jauh dari tempat tumbuhnya pohon besar jenis medang (Litsea Sp).

"Bunga bangkai ini sudah dua kali tumbuh di lokasi itu dan bunga bangkai tinggi empat meter ini ditemukan semenjak dua bulan lalu," katanya, Kamis (4/11/20210.

Ia mengatakan, bunga bangkai itu telah dipagar agar tidak diganggu warga.

Baca Juga: Heboh, Beruang Madu Masuk Perkampungan Warga di Palembayan Agam

Ke depan, lokasi itu akan dipagar dengan bagus, karena ini bisa menjadi daya tarik bagi warga untuk datang.

"Ini bisa dijadikan destinasi wisata karena bunga itu jarang ditemukan oleh warga," katanya.

Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra menambahkan bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas ini dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Bunga langka ini akan mekar sempurna dalam beberapa hari ke depan dan setelah itu bakal layur," katanya.

Ia menambahkan, Resor KSDA Agam bakal ke lokasi bunga bangkai untuk mengukur tinggi, diametet batang, memasang papan imbauan dan edukasi pada masyarakat setempat agar tidak merusak.

Baca Juga: Lontong Kariang, Kuliner Khas Minang Dari Bonjol Bertahan Ratusan Tahun

Resor KSDA Agam juga telah membahas lokasi tersebut menjadi sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), karena kaya dengan ekosistem, seperti memiliki kayu berukuran besar dan lainnya. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait