alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PNS Bukittinggi Ramai-ramai Pasang Foto Wali Kota, Pengamat Komunikasi Sorot Soal Branding

Riki Chandra Kamis, 23 September 2021 | 20:55 WIB

PNS Bukittinggi Ramai-ramai Pasang Foto Wali Kota, Pengamat Komunikasi Sorot Soal Branding
Wali Kota Bukittinggi Erman Safar. [Dok.Istimewa]

Hampir seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Bukittinggi serentak mengganti foto profil mereka dengan gambar Wali Kota Erman Safar.

SuaraSumbar.id - Hampir seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Bukittinggi serentak mengganti foto profil mereka dengan gambar Wali Kota Erman Safar. Tidak hanya itu, gambar tersebut begitu seragam dengan disertai tulisan “Tidak Loyal adalah Bibit Seorang Penghianat”

Tidak hanya di WhatsApp, langkah itu juga dilakukan di Facebook dan Instagram. Sikap para PNS tersebut kini hangat diperbincangkan di media sosial (Medsos). Sejumlah grup medsos pun dibanjiri komentar netizen. Banyak yang mengapresiasi, tapi tidak sedikit pula yang mencibir.

Menyikapi hal itu pengamat komunikasi Sumbar, Rifa Yanas berpendapat adanya penguatan branding imej. Menurutnya, peluncuran suatu produk komunikasi dimaksudkan untuk membangun citra positif.

“Serangkaian kata-kata yang disertai gambar atau foto adalah produk komunikasi. Di situ, ada pesan yang ingin disampaikan seorang komunikator kepada komunikan. Chanel yang dipakai adalah medsos. Nah, apa efek komunikasi yang ditimbulkan, ini tentu perlu kajian,” katanya, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Aturan PNS 2021 Terbaru dari Jokowi: Lapor Harta hingga Tidak Boleh Bolos

Penggunaan new media oleh pemerintah, kata dia, merupakan cara efektif dalam pembentukan wacana publik. Menurutnya ini adalah jalan singkat untuk memutus siklus hubungan tradisional antara pengambil keputusan dengan publik.

“Bayangkan saja kalau seandainya pemerintah harus menempuh cara-cara lama dalam membangun wacana. Prosesnya bisa panjang dan melelahkan,” kata Rifa Yanas yang juga Ketua Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Bukittinggi itu.

Ditanyakan tentang pesan yang ingin disampaikan oleh Pemko Bukittinggi tentang kata-kata loyalitas dalam bingkai foto Wali Kota, menurutnya berpotensi memunculkan beragam persepsi.

“Berbicara loyalitas, saya jadi ingat sepakbola. Bursa transfer pemain yang ditutup awal September lalu menjadi ajang patah hati para fans. Misalnya, fans Barcelona patah hati ketika Lionel Messi berlabuh ke PSG. Tidak sedikit fans yang memberi cap, Messi tidak loyal,” tuturnya.

Menurut Rifa, loyalitas seringkali dijadikan acuan kebersamaan, satu komando, senasib sepenanggungan, serta identik dengan kesetiaan. Tidak loyal, akan mudah dicap penghianat, bahkan tukang selingkuh.

Baca Juga: Teken PP Disiplin PNS, Jokowi Larang PNS Dukung Capres hingga Ikut Kampanye

Kata-kata loyal juga sering disandingkan dengan rasionalitas dan objektivitas. Misalnya, orang bisa disebut berpikir rasional ketika menjatuhkan pilihan pada yang ia sukai, atau penting bagi kehidupannya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait