- Nelayan asal Painan bernama Aidil Helmi terombang-ambing di laut akibat kerusakan mesin kapal pada Rabu, 5 Agustus 2026.
- Dua nelayan setempat menemukan korban di perairan Kampung Koto Raya, Nagari Lakitan Selatan, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
- Warga bersama nelayan berhasil mengevakuasi korban ke daratan dengan selamat untuk menunggu kedatangan pihak keluarganya.
SuaraSumbar.id - Seorang nelayan asal Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Aidil Helmi (42), ditemukan selamat setelah semalaman terombang-ambing di tengah laut, akibat kapal boat yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin dan terseret arus serta gelombang.
Warga Jalan Pagaruyung I, Painan, Kecamatan IV Jurai, ini ditemukan oleh nelayan di perairan Kampung Koto Raya, Nagari Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolsek Lengayang, Iptu Syafri Afrizal mengatakan, setelah ditemukan, Aidil segera dievakuasi menggunakan kapal boat milik warga menuju daratan.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban berangkat memancing ke Pulau Panyu menggunakan kapal boat yang baru dibelinya.
Namun, ketika berada di tengah laut, kondisi cuaca mendadak berubah ekstrem. Badai disertai gelombang tinggi membuat jangkar kapal tidak mampu menahan laju arus.
Korban sempat berupaya menghidupkan kembali mesin kapal agar dapat kembali ke daratan. Akan tetapi, mesin mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi. Akibatnya, kapal bersama korban terus hanyut terbawa arus dan gelombang ke arah selatan.
Pada Kamis pagi, boat yang ditumpangi korban terlihat oleh dua nelayan, yakni Iral dan Herlin, sekitar 1,5 kilometer dari bibir pantai Kampung Koto Raya.
"Mengetahui ada nelayan yang membutuhkan pertolongan, keduanya bersama warga segera melakukan proses evakuasi," katanya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Setelah dievakuasi ke daratan, korban berada di lokasi yang aman sambil menunggu keluarganya datang menjemput untuk kembali ke Painan.
"Korban sempat berusaha menghidupkan kembali mesin kapal, namun tidak berhasil karena mengalami kerusakan. Akibatnya, korban bersama kapal boat terbawa arus dan ombak ke arah selatan," katanya.
Kontributor : B Rahmat