- Banjir terparah melanda Jalan DPR Padang pada Senin akibat drainase buruk selama tiga puluh tahun.
- Genangan air merusak perabotan rumah, barang elektronik, dan sepeda motor milik warga setempat.
- Warga bergotong royong membersihkan rumah sambil berharap pemerintah segera memperbaiki saluran drainase tersebut.
SuaraSumbar.id - Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (3/8/2026), kembali menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada perabotan rumah tangga dan barang elektronik.
Warga menilai persoalan drainase yang belum pernah dibenahi selama puluhan tahun menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Jalan DPR, Gang Babus Salam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.
Pada Selasa (4/8/2026), warga bergotong royong membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sisa genangan air.
Salah seorang warga, Letsuarni (63), mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah selama dirinya menetap di kawasan tersebut.
Menurutnya, banjir memang kerap terjadi setiap tahun, namun ketinggian air pada peristiwa kali ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
"Sudah sering terjadi. Dalam setahun bisa tiga kali banjir. Namun, kali ini yang paling parah," ujarnya.
Ia menjelaskan hujan mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 16.00 WIB, air mulai memasuki rumah warga dan terus meningkat dengan cepat hingga merendam seluruh bagian rumah.
Menurut Letsuarni, penyebab utama banjir adalah saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Selama kurang lebih 30 tahun tinggal di lokasi tersebut, ia mengaku belum pernah melihat adanya perbaikan menyeluruh terhadap saluran drainase.
"Harapan kami drainase atau got ini bisa segera diperbaiki, karena air tidak mengalir dengan lancar," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Siska, putri Letsuarni. Ia mengungkapkan hampir seluruh perabotan rumah tangga dan barang elektronik milik keluarganya mengalami kerusakan akibat terendam banjir. Dua unit sepeda motor juga tidak luput dari genangan air.
"Kulkas, televisi, sepeda motor, semuanya terendam. Di dalam rumah, air sampai seleher. Kalau di jalan, orang bisa tenggelam karena arus dan tingginya air," ujarnya.
Siska mengatakan air mulai surut sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah banjir mereda, warga langsung membersihkan rumah masing-masing dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan.
Ia berharap Pemerintah Kota Padang segera melakukan pembenahan terhadap sistem drainase di kawasan tersebut agar banjir tidak terus berulang setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu.