Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman

Namun jika tidak dikonsumsi dengan baik maka akan berbalik efeknya menjadi pemicu sakit kepala tersebut.

Suhardiman
Minggu, 21 Juni 2026 | 13:31 WIB
Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman
Ilustrasi sakit kepala atau migrain (unsplash)
Baca 10 detik
  • Dokter spesialis saraf dr. Ramdinal Aviesena Zairinal menyatakan konsumsi kafein berlebihan atau tidak tepat dapat memicu penyakit migrain.
  • Lonjakan dosis konsumsi kafein harian yang meningkat secara signifikan berisiko mengubah manfaat kafein menjadi penyebab sakit kepala.
  • Pola konsumsi kafein yang tidak konsisten atau penghentian secara mendadak dapat menyebabkan gejala sakit kepala akibat efek withdrawal.

SuaraSumbar.id - Secangkir kopi bagi banyak orang menjadi bagian penting untuk memulai hari. Kandungan kafein dalam kopi sering dianggap membantu meningkatkan fokus, bahkan dipercaya mampu meredakan sakit kepala ringan.

Namun dibalik manfaat tersebut, konsumsi kafein yang tidak tepat ternyata dapat memicu masalah kesehatan, salah satunya migrain.

Menurut dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari RSUI dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K) kafein memiliki dua sisi, yakni bisa menjadi obat yang dikonsumsi untuk meredakan.

Namun jika tidak dikonsumsi dengan baik maka akan berbalik efeknya menjadi pemicu sakit kepala tersebut.

Baca Juga:Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang

"Itulah yang harus dipahami. Harusnya dia (kafein) positif, tapi kenapa jadi yang hal yang negatif Itu karena ada perubahan dari cara kita mengonsumsi kafeinnya," katanya melansir Antara, Minggu, 21 Juni 2026.

Perubahan dosis atau jumlah kandungan maupun pola dalam mengonsumsi minuman yang mengandung kafein berisiko memicu migrain.

Dalam hal ini, kafein dapat terkandung dalam minuman seperti kopi, minuman kaleng seperti soda, hingga obat-obatan tertentu.

Ia mencontohkan bahwa seseorang yang awalnya hanya mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi sehari, lalu meningkat menjadi empat atau lima cangkir, berarti mengalami lonjakan dosis kafein.

Pada kondisi tersebut, dosis yang meningkat itu pada satu titik bisa mengubah cara kerja kafeinnya, harusnya membantu meredakan namun malah berbalik menyebabkan makin parah sakit kepalanya.

Baca Juga:3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus

Hal serupa juga dapat terjadi jika pola mengonsumsi kafein yang tidak konsisten, misalnya seseorang biasa mengonsumsi kopi setiap pagi hari lalu besoknya berubah-ubah menjadi siang atau malam itu juga bisa pengaruh, atau tiba-tiba berhenti setelah rutin mengonsumsi dapat menyebabkan sakit kepala.

"Perubahan seperti itu yang tadinya banyak kopinya terus tiba-tiba mendadak maka itu pun juga bisa menyebabkan gejala sakit kepalanya akibat withdrawal atau berhenti yang mendadak dari si kafein tersebut. Jadi yang salah tuh bukan si kafeinnya tapi bagaimana kita menggunakannya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini