Sering Mengantuk Bisa Jadi Sinyal Tubuh Sedang Kelelahan

Ia mengatakan bahwa penyebab kelelahan yang secara umum terjadi adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas.

Suhardiman
Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:49 WIB
Sering Mengantuk Bisa Jadi Sinyal Tubuh Sedang Kelelahan
Ilustrasi mengantuk. (Pixabay/sweetlouise)
Baca 10 detik
  • Guru Besar FKUI Ari Fahrial Syam menyatakan bahwa sering mengantuk merupakan sinyal alami tubuh saat mengalami kelelahan serius.
  • Masyarakat disarankan untuk memperbaiki kualitas tidur minimal enam jam sehari daripada mengonsumsi kafein berlebih saat merasa lelah.
  • Pola makan bergizi seimbang dari protein dan vitamin sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.

SuaraSumbar.id - Banyak orang menganggap rasa kantuk sebagai hal biasa, terutama setelah bekerja berjam-jam atau kurang tidur semalam. Padahal, sering mengantuk bisa menjadi sinyal alami dari tubuh bahwa kondisi fisik dan mental sedang mengalami kelelahan serius.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa sering mengantuk menjadi salah satu cara tubuh memberi sinyal alami kelelahan.

"Gejala yang sering kita anggap ringan namun sebenarnya itu adalah sinyal dari tubuh adalah mengantuk," kata Ari, melansir Antara, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia mengatakan bahwa penyebab kelelahan yang secara umum terjadi adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas.

Ia menyayangkan banyak masyarakat memilih untuk meminum minuman yang mengandung kafein seperti kopi untuk menjaga fokus ketika bekerja, dibandingkan memperbaiki waktu tidur.

Konsumsi berlebihan di atas 150 miligram akan menyebabkan jantung jadi berdebar-debar hingga asam lambung.

"Sebenarnya kecapekan atau lelah itu obatnya adalah istirahat dan tidur. Cuma kita paksa dengan minum kopi, akhirnya kita tetap waspada begitu ya. Tapi sebenarnya tubuh sudah tidak sanggup untuk terus bekerja," ujarnya.

Selain kopi, Ari juga menyarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi untuk memaksa tubuh yang lelah tetap bekerja.

Menurutnya, kelelahan dapat disiasati dengan mengatur pola makan yang sehat. Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Semua makanan tersebut bisa didapat dari daging sapi, ayam, telur, susu, buah-buahan dan sayuran yang baik untuk tubuh.

Dari sisi jumlah waktu tidur, dia menganjurkan minimal tiap individu harus tidur selama enam jam sehari. Bila durasi tidur kurang dan sulit ditebus ketika hari libur, Ari menilai waktu tidur dapat disegerakan begitu pekerjaan selesai dilakukan.

"Tapi bukan berarti kurang tidur sehari-hari dikumpulkan, lalu dibalasnya saat weekend. Tidur yang berkualitas itu tidur pada malam hari, sehingga tidak ada mimpi-mimpi buruk begitu ya," kata Ari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini