- BKSDA Sumatera Barat mengevakuasi Harimau Sumatera yang memangsa ternak warga di Agam pada Senin (10/8/2026).
- Harimau berhasil masuk perangkap *box trap* pada Selasa (11/8/2026) setelah berkeliaran dekat fasilitas umum dan sekolah.
- Satwa dilindungi tersebut kini dititipkan di lembaga konservasi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh tim medis.
SuaraSumbar.id - BKSDA Sumatera Barat bergerak cepat menangani konflik antara masyarakat dan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Harimau Sumatera tersebut sebelumnya dilaporkan memangsa ternak warga dan berkeliaran di sekitar permukiman serta fasilitas umum, termasuk kawasan sekolah. Setelah dilakukan pemasangan perangkap, satwa dilindungi itu berhasil dievakuasi oleh tim BKSDA Sumatera Barat.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan laporan mengenai serangan harimau terhadap ternak warga diterima Balai KSDA Sumatera Barat pada Senin (10/8/2026) sore.
“Pada hari Senin (10/8/2026) pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa dua ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatera. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi,” kata Ristianto.
Baca Juga:Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya
Hasil verifikasi petugas menemukan seekor kambing mati di dalam kandang dengan luka gigitan pada bagian leher. Sementara seekor kambing lainnya dibawa harimau ke semak-semak dan hanya menyisakan dua kaki bagian depan.
Lokasi kejadian menjadi perhatian karena berada cukup dekat dengan sejumlah fasilitas publik. Ristianto menyebut lokasi tersebut berjarak sekitar 50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.
Keberadaan harimau di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan tersebut meningkatkan kekhawatiran masyarakat. Apalagi, interaksi negatif antara harimau dan warga sebelumnya juga tercatat pada 31 Juli 2026, dengan korban berupa anjing dan kambing milik warga.
Harimau Masuk Perangkap
Menyikapi kejadian yang berulang serta masih berkeliarannya Harimau Sumatera di sekitar permukiman dan kawasan sekolah, Balai KSDA Sumatera Barat memasang perangkap berupa box trap pada Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB.
Baca Juga:BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
Upaya tersebut membuahkan hasil kurang dari dua jam kemudian. Sekitar pukul 19.45 WIB, tim yang masih berada di sekitar lokasi menerima laporan dari penjaga SDN 10 Palimbatan bahwa Harimau Sumatera telah masuk ke dalam perangkap.
“Tim Balai KSDA Sumatera Barat saat ini telah melakukan evakuasi terhadap Harimau Sumatera tersebut dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa,” ujar Ristianto.
Setelah dievakuasi, Harimau Sumatera tersebut dititipkan di lembaga konservasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Tim medis dan dokter hewan akan melakukan pemeriksaan guna memastikan kondisi kesehatan satwa sebelum ditentukan langkah penanganan konservasi selanjutnya.
Utamakan Keselamatan Warga dan Konservasi
Penanganan konflik Harimau Sumatera di Palupuh sejalan dengan kebijakan Kementerian Kehutanan yang menempatkan mitigasi konflik manusia dan satwa liar sebagai bagian penting dalam pengelolaan konservasi.