4 Tips Aman Berkendara Saat Arus Balik Lebaran 2025 dari Polda Sumbar

Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan para pemudik untuk lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan arus balik Lebaran 2025.

Riki Chandra
Kamis, 03 April 2025 | 16:24 WIB
4 Tips Aman Berkendara Saat Arus Balik Lebaran 2025 dari Polda Sumbar
Tips aman saat perjalanan arus balik Lebaran 2025. [Dok.

SuaraSumbar.id - Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan para pemudik untuk lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan arus balik Lebaran 2025. Pihak kepolisian pun memberikan sejumlah tips guna memastikan keselamatan pengendara selama kembali ke perantauan.

"Kami terus mengimbau agar para pengendara lebih mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan saat berkendara," ujar Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Agung Pranajaya, dikutip dari Antara, Kamis (3/4/2025).

Menurut Agung, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemudik saat melakukan perjalanan arus balik Lebaran.

Pertama, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan memeriksa komponen penting seperti rem dan ban, serta memastikan kelengkapan administrasi kendaraan.

Kedua, pemudik dianjurkan untuk merencanakan rute perjalanan secara matang dengan memahami medan serta kondisi jalan yang akan dilalui.

Ketiga, pengemudi juga harus memastikan tubuh dalam keadaan fit sebelum berkendara. Jika merasa lelah, sebaiknya istirahat terlebih dahulu dan tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya, patuhi batas kecepatan berkendara dan hindari membawa barang yang melebihi kapasitas kendaraan. Pemudik juga disarankan untuk memanfaatkan pos pelayanan dan pos pengamanan yang disediakan oleh kepolisian di berbagai wilayah, khususnya di Sumatra Barat.

Sistem One Way di Jalur Padang-Bukittinggi Saat Arus Balik Lebaran

Polda Sumbar kembali menerapkan sistem One Way di jalur Padang-Bukittinggi guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik Lebaran. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Kamis (4/4/2025) hingga Sabtu (6/4/2025).

Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Agung Pranajaya, menyatakan bahwa penerapan sistem satu arah ini bertujuan untuk mengurai kemacetan.

"Polda Sumbar akan kembali menerapkan sistem One Way di jalur Padang-Bukittinggi guna mengantisipasi arus balik," ujar Agung.

Menurutnya, puncak arus balik Lebaran di Sumatera Barat diprediksi terjadi dalam tiga hari tersebut, yang ditandai dengan meningkatnya volume kendaraan.

Dengan penerapan sistem satu arah ini, kendaraan dari Kota Bukittinggi menuju Padang tidak bisa melewati jalur Silaing via Padang Panjang.

Sebagai alternatif, kendaraan dari Malalak yang hendak menuju jalan tol bisa langsung berbelok kiri di Simpang Sicincin. Jika dihitung, jarak tempuh sistem One Way dari Simpang Sicincin ke Padang Luar (Bukittinggi) mencapai 43 kilometer.

Petugas akan mengarahkan kendaraan di Simpang Padang Luar menuju kawasan Malalak, Kabupaten Agam, sebagai jalur menuju Padang. Sementara itu, kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi tetap melalui jalur Silaing via Padang Panjang.

Polda Sumbar meyakini penerapan sistem One Way ini akan efektif dalam mengatasi kemacetan di jalur Padang-Bukittinggi, terutama di wilayah Padang Pariaman yang kerap menjadi titik kepadatan kendaraan saat arus balik.

"Petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan kelancaran sistem satu arah ini," katanya.

8 Orang Meninggal Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 di Sumbar

Operasi Ketupat Singgalang 2025 di Sumatra Barat mencatat peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas dibanding tahun sebelumnya.

Polda Sumbar melaporkan sebanyak 36 insiden kecelakaan terjadi selama operasi berlangsung, menyebabkan delapan korban meninggal dunia.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 di Sumatera Barat. [Dok. Antara]
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 di Sumatera Barat. [Dok. Antara]

"Sejak Operasi Ketupat Singgalang 2025 dimulai, tercatat 36 kecelakaan lalu lintas dengan delapan korban meninggal dunia," kata Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar AKBP Agung Pranajaya.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan juga mengakibatkan enam orang mengalami luka berat, serta 61 orang luka ringan. Kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp261.500.000.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik ke perantauan dari wilayah Sumbar untuk lebih memperhatikan keselamatan berkendara.

"Pastikan kondisi tubuh fit sebelum melakukan perjalanan. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat dan tidak memaksakan diri untuk berkendara," ujar Agung.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan di Operasi Ketupat Singgalang 2025 mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, tercatat 32 kejadian kecelakaan dengan tiga korban meninggal dunia.

Peningkatan angka kecelakaan ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini