Waspada Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi, Bendungan Cangkiang di Agam Dikeruk

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumbar mulai mengeruk Bendungan Cangkiang di Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

Riki Chandra
Rabu, 23 Juli 2025 | 20:08 WIB
Waspada Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi, Bendungan Cangkiang di Agam Dikeruk
Alat berat mengeruk bendungan yang rusak saat musibah banjir lahar dingin Gunung Marapi. [Dok. Antara/ Al Fatah]

SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) mulai mengeruk Bendungan Cangkiang di Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

Pengerukan dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana menyusul pendangkalan akibat banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi pada tahun 2024 lalu.

Wali Nagari Batu Taba, Rahmat Hidayat mengatakan, pengerukan dimulai pada Rabu (23/7/2025) dan akan berlangsung selama 15 hari ke depan.

Dua alat berat dari BWS Sumbar telah dikerahkan untuk mengevakuasi material pasir hitam dari bendungan yang memiliki luas genangan 3,5 hektare itu.

“Benar, pengerukan dimulai hari ini. Dua alat berat sudah bekerja di dalam bendungan,” ujarnya.

Pendangkalan di Bendungan Cangkiang cukup parah, karena menjadi titik akhir penampungan material lahar dingin Gunung Marapi.

Pengerukan dilakukan hingga kedalaman dua meter, dengan target pengangkatan material mencapai 6.000 kubik dari total material yang tertimbun sekitar 23 ribu kubik.

“Pengerukan ini merupakan bagian dari mitigasi bencana, mengingat pendangkalan yang terjadi di bendungan,” jelas Rahmat.

Bendungan Cangkiang sebelumnya telah dua kali dikeruk pasca banjir galodo. Ini merupakan pengerukan ketiga kalinya sebagai langkah preventif mengurangi potensi banjir jika Gunung Marapi kembali mengalami erupsi atau hujan deras turun di wilayah hulu.

Tokoh masyarakat Cangkiang, Rizal Sutan Mangkuto (37), menyambut baik pengerukan tersebut namun menyoroti perlunya pengerukan menyeluruh hingga ke hulu aliran sungai.

“Kita juga harapkan aliran sungai menuju bendungan dikeruk sebagai antisipasi banjir jika turun hujan. Kondisi saat ini sudah dangkal dan tentu bikin cemas masyarakat,” ungkap Rizal.

Ia menekankan bahwa aliran sungai lebih dekat ke pemukiman dibanding bendungan, sehingga pengerukan aliran sungai juga mendesak untuk mencegah banjir lahar dingin.

Pemerintah provinsi sebelumnya menyatakan bahwa penanganan banjir lahar dingin Gunung Marapi menjadi prioritas karena sejumlah daerah di Agam dan Tanah Datar terdampak parah sejak Mei 2024.

Menurut data BNPB, total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 67 orang, dengan puluhan rumah rusak dan ribuan warga mengungsi.

Langkah pengerukan ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko bencana, tapi juga memperlancar aliran air menuju hilir dan meminimalkan potensi luapan saat musim hujan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak