Remaja Putri Belum Haid Sampai Usia 14 Tahun, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter

Misalnya seperti tidak tumbuhnya payudara dan bulu-bulu halus di beberapa bagian tubuh.

Suhardiman
Kamis, 23 April 2026 | 14:51 WIB
Remaja Putri Belum Haid Sampai Usia 14 Tahun, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi remaja putri menstruasi. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Dokter Dinda Derdameisya menyarankan orang tua segera membawa remaja ke dokter jika belum menstruasi pada usia 14 tahun.
  • Konsultasi medis diperlukan saat remaja berusia 16 tahun meski sudah mengalami perubahan fisik atau tanda seks sekunder lainnya.
  • Orang tua harus mengedukasi anak mengenai proses menstruasi agar remaja memahami perubahan tubuh dan kesehatan reproduksi mereka secara tepat.

SuaraSumbar.id - Banyak orang tua masih menganggap keterlambatan menstruasi pada remaja putri sebagai hal biasa. Padahal, kondisi ini harus segera dikonsultasikan jika melewati batas usia tertentu.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Dinda Derdameisya mengatakan, jika jika remaja putri belum mengalami menstruasi hingga usia 14 tahun tanpa tanda pubertas, orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter. Misalnya seperti tidak tumbuhnya payudara dan bulu-bulu halus di beberapa bagian tubuh.

"Kalau dia (remaja putri) belum menstruasi itu harus konsultasi pada dokter, maksimal usia 14 tahun kalau anak tidak ada tanda seks sekunder," kata Dinda, melansir Antara, Kamis, 23 April 2026.

Kondisi lain yang perlu mendapatkan konsultasi dari dokter jika remaja putri sudah berusia 16 tahun sudah mengalami perubahan fisik, namun belum mengalami menstruasi.

"Tapi kita juga perlu melihat juga tinggi badannya, apakah masuk (sesuai) ke pertumbuhan kurva anak (atau tidak). Jadi minimal menstruasi itu pada usia sekitar 10-11 tahun, kemudian maksimalnya nanti 16 tahun," ujar Dinda.

Menstruasi merupakan proses pertumbuhan alami yang akan dilalui oleh seluruh remaja putri. Terjadinya menstruasi ditandai dengan keluarnya darah dari kemaluan. Hal ini dapat terjadi karena hormon-hormon reproduksi dalam tubuh telah matang sempurna.

Sebenarnya, anak perempuan sudah memiliki indung telur sejak lahir. Namun pada anak-anak di bawah usia 11 tahun, Dinda menyampaikan hormon tersebut masih belum matang dan jumlahnya sangat rendah.

"Ketika dia (hormon) sudah mencapai satu level, akan terjadi pematangan sel telur, dinding rahim menebal dan ketika sudah sampai level itu tidak ada pembuahan, darah menstruasi akan turun," jelasnya.

Dia berharap proses tersebut dapat dikomunikasikan secara lebih terbuka antara anak perempuan dengan orang tua, guna memastikan setiap anak mendapatkan informasi yang akurat dan kesehatannya tetap terjaga.

Keluarga disebutnya menjadi tempat pertama anak dapat teredukasi dengan baik, dan dapat lebih mudah memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya masing-masing.

"Jadi jangan sampai si anak juga kebingungan, karena orang tuanya tidak mengerti," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini