- BPS Sumatera Barat mencatat penurunan aktivitas bongkar muat barang luar negeri di Pelabuhan Teluk Bayur pada April 2026.
- Volume barang yang dimuat dan dibongkar untuk perdagangan internasional mengalami kontraksi signifikan dibandingkan data pada Maret 2026.
- Aktivitas perdagangan laut dalam negeri menunjukkan penurunan volume muatan namun mencatatkan peningkatan pada jumlah barang yang dibongkar.
SuaraSumbar.id - Aktivitas bongkar muat barang perdagangan luar negeri melalui jalur laut di Sumatera Barat mengalami perlambatan pada April 2026.
Data BPS Sumbar menunjukkan adanya penurunan signifikan baik pada volume barang yang dimuat maupun yang dibongkar di Pelabuhan Teluk Bayur.
Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin mengatakan, jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut luar negeri tercatat mencapai 350,32 ribu ton.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 14,63 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 410,37 ribu ton.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja ekspor melalui jalur laut masih menunjukkan tren positif.
Pada April 2025, volume muatan luar negeri tercatat sebesar 303,99 ribu ton, sehingga pada April 2026 terjadi peningkatan tahunan (year-on-year) sebesar 15,24 persen.
Di sisi lain, jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut luar negeri Sumbar pada April 2026 juga mengalami penurunan sebesar 41,75 persen dibandingkan Maret.
"Barang yang dibongkar pada April 2026 itu tercatat 28,30 ribu ton, sementara pada Maret tercatat sebanyak 48,58 ribu ton," katanya melansir Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, angka pada periode April 2026 tersebut juga mengalami penurunan sebesar 44,55 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2025 yang tercatat 51,03 ribu ton.
Sementara untuk aktivitas bongkar muat barang perdagangan melalui angkutan laut dalam negeri Sumbar pada April 2026, terjadi penurunan pada jumlah barang yang dimuat namun meningkat pada jumlah barang yang dibongkar.
"Bongkar muat barang perdagangan dalam negeri ini merupakan kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Teluk Bayur, Muaro dan Air Bangis," katanya.
Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri Sumbar pada April 2026 ialah sebanyak 227,40 ribu ton atau turun 34,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 347,46 ribu ton. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, jumlah barang yang dimuat mengalami peningkatan sebesar 24,21 persen.
"Jika dirinci menurut pelabuhan, jumlah barang yang dimuat di Pelabuhan Teluk Bayur dan Air Bangis menurun masing-masing 10,42 persen dan 99,96 persen, sedangkan di Pelabuhan Muaro meningkat 57,99 persen dibandingkan Maret 2026," ujarnya.
Kemudian jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut dalam negeri pada April 2026 tercatat sebanyak 351,91 ribu ton atau mengalami peningkatan 9,61 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 321,06 ribu ton.
Jika dibandingkan dengan April 2025 barang yang dibongkar itu meningkat 34,04 persen. Lebih spesifik, jumlah barang yang dibongkar di Pelabuhan Teluk Bayur dan Air Bangis mengalami peningkatan masing-masing 9,61 persen dan 25,36 persen, sementara di Pelabuhan Muaro menurun 4,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.