Cara Mencegah Kapalan di Kaki Agar Tidak Semakin Tebal dan Menyakitkan

Namun, menurut Dr. Son, produk tersebut kemungkinan besar tidak akan menghilangkan kapalan yang tebal.

Suhardiman
Selasa, 28 April 2026 | 13:13 WIB
Cara Mencegah Kapalan di Kaki Agar Tidak Semakin Tebal dan Menyakitkan
Ilustrasi kapalan (Freepik/fahroni)
Baca 10 detik
  • Kapalan merupakan penebalan kulit akibat gesekan berlebih yang dapat menimbulkan rasa nyeri serta risiko infeksi jika dibiarkan.
  • Pencegahan dilakukan dengan mengenakan sepatu yang pas, menghindari berjalan tanpa alas kaki, serta menggunakan bantalan pelindung kulit.
  • Perawatan mandiri melibatkan pelembapan rutin dan pengikisan perlahan, namun segera temui dokter jika kondisi kaki semakin parah.

SuaraSumbar.id - Kapalan pada kaki sering dianggap masalah kecil, tetapi jika dibiarkan terlalu lama bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan menyebabkan luka.

Banyak orang mengalaminya tanpa sadar, terutama mereka yang sering berjalan jauh, menggunakan sepatu sempit, atau terbiasa berjalan tanpa alas kaki.

Menurut laporan Channel News Asia, kapalan merupakan respons pertahanan kulit agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut, dan dapat muncul sepanjang tahun. Namun jika terlalu tebal bisa menjadi menyakitkan atau bahkan pecah membuat kulit rentan terhadap infeksi dan tidak sedap dipandang.

“Kapalan muncul sebagai area kulit yang menebal berwarna kekuningan atau keputihan yang terasa kasar, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika kulitnya terlalu tebal, bisa menjadi sensitif dan tidak nyaman saat ditekan. Terkadang, ini dapat menyebabkan Anda berjalan tidak seimbang," kata Dr. Chang B Son, seorang dokter kulit di New York City.

Menurut Dr. Jacob Beer, dokter kulit di West Palm Beach, Florida, untuk mencegah kapalan, kenakan sepatu yang pas, menopang dengan baik, dan tidak menggesek atau memberi tekanan pada area tertentu di kaki.

Ini termasuk menghindari sepatu hak tinggi atau alas kaki yang terlalu ketat atau memiliki bagian depan yang sempit, serta kaus kaki yang melorot atau menggumpal di dalam sepatu. Beer menambahkan ortopedi dapat membantu memperbaiki ukuran sepatu dan menambah dukungan.

Pendapat lain dari Dr. Sari Priesand, seorang ahli penyakit kaki di University of Michigan Health mengimbau hindari berjalan tanpa alas kaki, baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Saat berada di dalam ruangan, Anda bisa mengenakan sepatu dalam ruangan seperti bakiak atau sandal yang nyaman. Mengenakan kaus kaki lebih baik daripada bertelanjang kaki, tetapi biasanya itu tidak cukup untuk sepenuhnya mencegah kapalan,” katanya.

Menurut Dr. Son, penggunaan bantalan kapalan seperti bantalan kecil, lembut, bulat, dan berperekat pada area yang rawan kapalan juga dapat mengurangi gesekan. Selain itu, melembapkan kaki setiap hari dapat membantu mencegah penumpukan kulit yang menebal dengan menjaga kelembapannya, tambahnya.

Para ahli mengatakan, hilangkan sebagian kulit yang mengeras dengan mengikis kapalan secara perlahan menggunakan batu apung atau kikir kuku. Tujuannya adalah untuk menghaluskan kapalan, bukan untuk mengikis kulit sebanyak mungkin yang dapat menyebabkan rasa sakit atau pendarahan.

Dr. Priesand mengatakan merendam kaki terlebih dahulu, atau mandi, akan melembutkan kulit, sehingga kapalan lebih mudah dihilangkan. Hindari kikir kaki tipe parutan keju, yang dapat melukai kaki dan meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu Dr. Son menyarankan untuk mengoleskan pelembap pada kaki dengan losion yang mengandung bahan aktif urea, yang membantu melunakkan lapisan luar kulit dan melembutkan area yang kasar. Produk pengelupas kulit kaki yang mengandung asam salisilat, diklaim dapat menghilangkan kulit mati dan kasar.

Namun, menurut Dr. Son, produk tersebut kemungkinan besar tidak akan menghilangkan kapalan yang tebal.

Pengelupas kulit kaki biasanya hanya mengangkat lapisan kulit terluar dan sering mengandung alkohol, yang dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi serta memperburuk kapalan, tambah Dr. Beer.

Jika metode-metode ini tidak membantu atau kapalan semakin menebal dan nyeri, temui dokter kulit atau dokter spesialis kaki untuk mengikis kapalan, untuk menghindari risiko mata ikan, kutil, atau bahkan kanker kulit .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini