Fauzi juga menyarankan agar bahasa, adat, dan budaya Minangkabau dimasukkan ke dalam sistem pendidikan formal untuk membentuk akhlak dan budi pekerti generasi muda.
“Adat dan bahasa harus menjadi bagian dari pendidikan untuk memastikan keberlanjutan nilai-nilai budaya,” katanya.
Fokus Masalah Agraria
Dalam diskusi Bimtek, isu agraria menjadi salah satu topik utama. Fauzi Bahar menyebutkan bahwa banyak konflik tanah ulayat yang membutuhkan perhatian.
“Kita bekali niniak mamak dengan pengetahuan hukum agar mereka bisa menjadi saksi ahli dalam kasus agraria,” tegasnya.
Fauzi juga menyinggung lambannya pembangunan jalan tol di Sumbar yang disebabkan oleh masalah pembebasan lahan.
“Ada tanah yang diklaim hingga 20 kelompok berbeda. Ini menunjukkan pentingnya percepatan sertifikasi tanah,” katanya.
Ia mengajak niniak mamak untuk mendukung program sertifikasi tanah nasional guna mengurangi potensi konflik.
“Sertifikasi tanah komunal, seperti tanah suku, harus dipercepat karena tanah tanpa sertifikat rawan masalah. Ini juga bagian dari amal ibadah,” ujarnya.