Dukung Pengembangan Keahlian Khusus Siswa SMA, Gubernur Sumbar Perintah Dinas Pendidikan Bangun Kolaborasi

Kemendikbudristek bakal mengembangkan keahlian khusus (hard skill) bagi siswa SMA sesuai minat dan bakatnya.

Riki Chandra
Jum'at, 07 Juli 2023 | 15:38 WIB
Dukung Pengembangan Keahlian Khusus Siswa SMA, Gubernur Sumbar Perintah Dinas Pendidikan Bangun Kolaborasi
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bakal mengembangkan keahlian khusus (hard skill) bagi siswa SMA sesuai minat dan bakatnya. Hal ini dinyatakan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati.

Gagasan itu disambut baik oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Menurutnya, ide untuk mengembangkan keahlian khusus bagi siswa SMA merupakan salah satu solusi jitu untuk mempersiapkan generasi yang berdaya saing.

"Selama ini hard skill identik dengan pendidikan vokasi di SMK," katanya, Jumat (7/7/2023).

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan Sumbar, setengah dari lulusan SMA tidak bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kondisi ini berpotensi menjadi tidak produktif karena tidak memiliki keahlian khusus seperti lulusan SMK.

Baca Juga:Semen Padang Resmi Miliki 28 Pemain untuk Arungi Liga 2 2023

"Tapi jika lulusan SMA juga bisa diberikan pendidikan untuk mengembangkan keahlian khusus sesuai bakat dan minatnya, persoalan tersebut akan teratasi," ujarnya.

Mahyeldi memerintahkan Dinas Pendidikan Sumbar untuk segera menjajaki kemungkinan itu, salah satunya dengan membangun kolaborasi antara SMA dengan SMK.

"Kami menunggu arahan dari Kemendikbudristek," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati mengatakan wacana untuk kolaborasi antara SMK dengan SMA itu memungkinkan untuk membangun generasi masa depan yang berdaya saing.

Ia menyebut beban berat akan dihadapi oleh generasi muda saat ini pada 2045. Jika tidak memiliki keahlian bisa terjerumus menjadi generasi yang tidak produktif yang malah akan menjadi beban bagi masyarakat dan negara.

Baca Juga:Pernah Digelar 1956, Hasto Tantang Mahasiswa Unand Padang Buat Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika

"Tahun 2045 adalah kesempatan emas bagi Indonesia karena akan memasuki bonus demografi atau penduduk usia produktif lebih banyak daripada non produktif. Namun, jika penduduk usia produktif itu tidak memiliki keahlian, maka bencana demografi yang akan membebani negara," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini