Seekor Harimau Sumatera Mati Saat Jalani Rehabilitasi di Dharmasraya, Bangkainya Dibedah

Seekor Harimau Sumatera bernama Puti Maua dilaporkan mati saat menjalani rehabilitasi di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).

Riki Chandra
Kamis, 09 Juni 2022 | 13:37 WIB
Seekor Harimau Sumatera Mati Saat Jalani Rehabilitasi di Dharmasraya, Bangkainya Dibedah
Harimau Sumatera dalam kondisi mati di tempat rehabilitasi di Dharmasraya. [Suara.com/Istimewa]

SuaraSumbar.id - Seekor Harimau Sumatera bernama Puti Maua dilaporkan mati saat menjalani rehabilitasi di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Harimau betina itu mati karena mengalami luka miasis pada Rabu (8/6/2022) sekitar pukul 05.00 WIB.

Manager Operasional PR-HSD ARSARI, Patrick Flaggellata mengatakan, harimau berumur 3 tahun itu sebelumnya memang sudah mengalami sakit sejak 18 Mei 2022.

Lantas, kondisi Puti sempat membaik pada 27 Mei. Namun, pada 6 Juni 2022, Puti kembali mendadak sakit diikuti dengan hipersalivasi, dan tidak dapat diselamatkan lagi pada 8 Juni 2022.

"Penurunan kondisi Puti diawali ketika terpantau sakit dan mengalami penurunan nafsu makan serta beberapa luka miasis," katanya.

Baca Juga:Merampok di Solok Selatan, 2 Warga Dharmasraya Diringkus di Jambi

Menurut Patrick, pengamatan tim Medis PR-HSD ARSARI jelang kematiannya melakukan pemantauan dan menunjukkan nafas Puti sempat sesak (60 kali/menit). Kemudian, tim memberikan atropin sulfat dan nebul salbutamol, serta menyuapinya dengan menggunakan batang kayu yang diisi pakan daging namun tidak dimakan.

"Setelah kematian Puti, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat memutuskan untuk melakukan nekropsi (bedah bangkai) di hari yang sama," tuturnya.

"Tujuan nekropsi adalah untuk mendapatkan informasi rinci penyebab kematian Puti melalui pengujian laboratorium terhadap sampel dari organ tubuh harimau tersebut.

Diketahui, Puti sebelumnya dievakuasi dari konflik harimau-manusia di Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 10-11 Januari 2022.

Satwa dilindungi ini turun dari hutan Cagar Alam Maninjau dan memasuki pemukiman diperkirakan karena kekurangan pakan akibat penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian massal babi hutan di Agam sebanyak kurang lebih 50 ekor.

Baca Juga:Kenal Lewat Medsos, Mahasiswa di Dharmasraya Cabuli Gadis di Bawah Umur

Begitu tiba di PR-HSD ARSARI pada 12 Januari 2022, Puti segera diberikan pemeriksaan medis menyeluruh dan rehabilitasi setelah terdeteksi mengalami helmintiasis, defisiensi nutrisi dan limfositosi.

Kontributor : B Rahmat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini