Taliban Tutup Sekolah untuk Pelajar Perempuan, Ini Alasannya

Pemerintah Taliban menarik kembali keputusannya untuk membuka sekolah menengah bagi murid perempuan pada Rabu (23/3/2022).

Riki Chandra
Rabu, 23 Maret 2022 | 16:47 WIB
Taliban Tutup Sekolah untuk Pelajar Perempuan, Ini Alasannya
Sejumlah siswi SD pulang dari sekolah di Kabul, Afghanistan. [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Pemerintah Taliban menarik kembali keputusannya untuk membuka sekolah menengah bagi murid perempuan pada Rabu (23/3/2022).

Semua sekolah-sekolah SMP dan SMA akan tetap ditutup bagi murid perempuan sampai ada rencana yang dibuat sesuai syariat Islam bagi mereka.

Para guru dan murid di tiga sekolah menengah di ibu kota Kabul mengatakan murid-murid perempuan merasa gembira bisa kembali ke sekolah pada Rabu pagi, tapi kemudian diminta pulang.

Banyak murid yang pulang sambil menangis, kata mereka.

Baca Juga:Viral Pelajar Perempuan Dijambret hingga Terjatuh dan Terseret di Jalanan Medan

"Kami semua kecewa dan kami benar-benar putus asa ketika kepala sekolah memberi tahu kami, dia juga menangis," kata seorang murid yang minta namanya dirahasiakan.

Saat memerintah Afghanistan pada 1996-2001, Taliban melarang perempuan bersekolah dan bekerja.

Komunitas internasional menjadikan pendidikan bagi perempuan sebagai syarat untuk mengakui pemerintah Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu ketika pasukan asing ditarik dari negara itu.

Kementerian Pendidikan pekan lalu mengumumkan bahwa semua murid perempuan dapat bersekolah lagi di seluruh Afghanistan pada Rabu setelah berbulan-bulan ditutup bagi mereka.

Pada Selasa malam, juru bicara kementerian itu merilis sebuah video yang memberi ucapan selamat bagi para murid karena bisa kembali ke sekolah.

Baca Juga:Taliban Bikin Aturan Media, Larang Artis Perempuan Main Sinetron

Namun pada Rabu sebuah maklumat dari kementerian mengatakan sekolah-sekolah tetap ditutup bagi murid perempuan sampai ada rencana yang dibuat berdasarkan hukum Islam dan budaya Afghanistan, menurut kantor berita pemerintah Bakhtar News.

REKOMENDASI

News

Terkini