Tidur Teratur Ternyata Bisa Membantu BAB Lancar Pagi Hari

Penelitian menunjukkan kualitas dan durasi tidur memengaruhi mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan.

Suhardiman
Senin, 06 Juli 2026 | 14:55 WIB
Tidur Teratur Ternyata Bisa Membantu BAB Lancar Pagi Hari
Ilustrasi tidur (pexels/Andrea Piacquadio)
Baca 10 detik
  • Dokter spesialis menyatakan bahwa menjaga kualitas dan jadwal tidur yang konsisten dapat mengoptimalkan sistem pencernaan untuk melancarkan BAB.
  • Tidur yang tidak teratur mengganggu ritme sirkadian dan mikrobioma usus sehingga meningkatkan risiko sembelit serta gangguan pencernaan lainnya.
  • Pola hidup rileks di pagi hari mendukung otot sfingter bekerja optimal untuk memastikan proses buang air besar lebih konsisten.

SuaraSumbar.id - Banyak orang menganggap susah buang air besar (BAB) hanya disebabkan oleh kurang minum atau minim konsumsi serat. Padahal, ada faktor lain yang tak kalah penting, yaitu kualitas tidur.

Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal sehingga kebiasaan BAB di pagi hari menjadi lebih lancar.

Dokter spesialis gastroenterologi Catherine Ngo mengatakan tidur yang cukup dan berkualitas membantu sistem pencernaan mempertahankan pola pergerakan usus yang teratur sehingga mendukung kebiasaan BAB yang lebih konsisten.

Penelitian menunjukkan kualitas dan durasi tidur memengaruhi mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Tidur yang tidak teratur atau kurang berkualitas dapat mengganggu ritme sirkadian dan pergerakan usus sehingga meningkatkan risiko sembelit, perut kembung, serta gangguan pencernaan lainnya.

Dokter gastroenterologi Rucha Shah menambahkan kebiasaan tidur terlalu larut juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol pada waktu yang tidak semestinya sehingga mengganggu proses pencernaan. Kondisi ini kerap ditemukan pada pekerja shift malam yang lebih sering mengalami pola BAB tidak teratur.

Selain itu, bangun lebih awal setelah tidur yang cukup memberi waktu lebih banyak bagi tubuh untuk rileks sebelum memulai aktivitas.

Menurut Ngo, kondisi rileks membantu otot sfingter bekerja optimal saat proses BAB, sedangkan terburu-buru pada pagi hari dapat membuat tubuh terbiasa menahan keinginan buang air besar.

Untuk menjaga keteraturan BAB, para ahli juga menyarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit setelah makan malam untuk membantu merangsang pergerakan usus.

Apabila sembelit tidak membaik meski telah menerapkan perubahan pola makan dan gaya hidup, para ahli menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini