Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal

Kemudian, ada juga gagal ginjal kronis yang disebabkan biasanya dari faktor yang berjalan sudah lama bisa puluhan tahun.

Suhardiman
Selasa, 23 Juni 2026 | 10:41 WIB
Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal
Ilustrasi gagal ginjal. (unsplash)
Baca 10 detik
  • Dokter Anindia Larasati menyatakan bahwa dehidrasi berat dan infeksi dapat menyebabkan gagal ginjal akut yang bersifat sementara.
  • Penyakit diabetes serta hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang menjadi pemicu utama munculnya gagal ginjal kronis.
  • Penanganan dini pada faktor pemicu dapat mencegah pasien dari kebutuhan tindakan hemodialisis atau cuci darah secara berkelanjutan.

SuaraSumbar.id - Gagal ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Namun, sering kali terdeteksi saat kondisinya sudah cukup serius.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari RSUI dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM, gagal ginjal terbagi menjadi gagal ginjal akut yang biasanya dipengaruhi faktor pencetusnya seperti dehidrasi.

"Seperti misalkan ada infeksi, dehidrasi kekurangan cairan yang berat. Kalau kita atasi faktor penyebabnya, kita harapkan fungsi ginjal dapat kembali seperti semula," katanya melansir Antara, Selasa, 23 Juni 2026.

Kemudian, ada juga gagal ginjal kronis yang disebabkan biasanya dari faktor yang berjalan sudah lama bisa puluhan tahun.

Ini diawali dengan gaya hidup tidak sehat sehingga muncul penyakit lain seperti diabetes melitus hingga hipertensi.

"Hipertensi yang lama dan tidak terkontrol lama-lama mengganggu fungsi ginjal, menyebabkan komplikasi ke ginjal hingga akhirnya menyebabkan penyakit ginjal kronis,” ujarnya.

Gagal ginjal akut merupakan kerusakan ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan hari. Sedangkan, gagal ginjal kronis merupakan kondisi yang terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan parah dalam jangka waktu lama atau lebih dari tiga bulan.

Jika faktor penyebab yang mencetusnya seperti dehidrasi maupun infeksi masih bisa ditangani, maka pasien kemungkinan tidak perlu menjalani hemodialisis atau cuci darah secara berkelanjutan.

Namun sebaliknya, jika pasien mengalami gagal ginjal kronis oleh faktor yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang prosesnya berlangsung sudah lama seperti hipertensi maupun diabetes melitus, maka pasien akan membutuhkan hemodialisis berkepanjangan.

"Kalau pada gagal ginjal akut, mungkin dia ada penyebab khusus yang membuat gangguan fungsi ginjal, penurunan fungsi ginjal sementara. Namun ada juga pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang membutuhkan proses hemodialisis," kata Anindia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini