Fakta-fakta Buku Pembelajaran SD Bernarasi Suku Minang Beragama Katolik yang Beredar di Media Sosial

Sebuah buku pembelajaran bernarasi orang Minang beragama Katolik beredar di media sosial. Buku kontroversial itu dikabarkan beredar di Kabupaten Sijunjung.

Riki Chandra
Sabtu, 05 Februari 2022 | 06:15 WIB
Fakta-fakta Buku Pembelajaran SD Bernarasi Suku Minang Beragama Katolik yang Beredar di Media Sosial
Buku bernarasi orang Minangkabau beragama Katolik beredar di media sosial. [Dok.Minangkabaunews.com]

Hal itu ditegaskannya menanggapi soal beredarnya narasi dalam sebuah buku pembelajaran yang menyebutkan seorang dari suku Minangkabau beragama Katolik.

"Orang minang pasti beragama Islam. Jika tidak agama Islam, berarti tidak orang minang," kata Fauzi Bahar kepada SuaraSumbar.id, Jumat (4/2/2022).

Pihaknya mengetahui soal kabar tersebut. Namun, LKAAM Sumbar berjanji akan menelusuri buku pembelajaran bernarasi orang Minang beragama Katolik yang dikabarkan beredar di Kabupaten Sijunjung itu.

"Paruhnya adalah pemerintah setempat (Sijunjung). Ya, kita akan sampaikan ke bupati nya nanti. Jika itu diajarkan kepada anak-anak kita, tidak benar dan berbahaya," katanya.

Baca Juga:Kadis Pendidikan Sijunjung Tak Tahu Buku Pembelajaran SD Bernarasi Suku Minang Beragama Katolik Beredar di Medsos

3. Dinas Pendidikan Sijunjung Masih Menelusuri

Buku tersebut dikabarkan beredar di Kabupaten Sijunjung. Sayangnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung belum mengetahui buku tersebut beredar di medsos.

"Kami masih menelusuri. Sampai saat belum ada kepala sekolah yang melapor," kata Kepala Dinas Pendidikan Sijunjung, Usman Gumanti kepada SuaraSumbar.id, Jumat (4/2/2022).

Jika memang ditemukan, kata Usman, pihaknya akan mengambil langkah cepat, diantaranya mengkonfirmasi langsung kepada bupati.

"Kalau ditemukan, tentu kita lapor ke bupati. Jika perlu kita tarik, maka akan kita tarik dari peredaran," ucapnya.

Baca Juga:Heboh Buku Bernarasi Suku Minangkabau Beragama Katolik, LKAAM Sumbar: Orang Minang Pasti Islam

Namun sampai kini, pihaknya belum mengetahui terkait beredarnya buku tersebut. "Nanti akan konfirmasi kembali, kami masih melakukan penelusuran," tutupnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini