Hal itu ditegaskannya menanggapi soal beredarnya narasi dalam sebuah buku pembelajaran yang menyebutkan seorang dari suku Minangkabau beragama Katolik.
"Orang minang pasti beragama Islam. Jika tidak agama Islam, berarti tidak orang minang," kata Fauzi Bahar kepada SuaraSumbar.id, Jumat (4/2/2022).
Pihaknya mengetahui soal kabar tersebut. Namun, LKAAM Sumbar berjanji akan menelusuri buku pembelajaran bernarasi orang Minang beragama Katolik yang dikabarkan beredar di Kabupaten Sijunjung itu.
"Paruhnya adalah pemerintah setempat (Sijunjung). Ya, kita akan sampaikan ke bupati nya nanti. Jika itu diajarkan kepada anak-anak kita, tidak benar dan berbahaya," katanya.
3. Dinas Pendidikan Sijunjung Masih Menelusuri
Buku tersebut dikabarkan beredar di Kabupaten Sijunjung. Sayangnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung belum mengetahui buku tersebut beredar di medsos.
"Kami masih menelusuri. Sampai saat belum ada kepala sekolah yang melapor," kata Kepala Dinas Pendidikan Sijunjung, Usman Gumanti kepada SuaraSumbar.id, Jumat (4/2/2022).
Jika memang ditemukan, kata Usman, pihaknya akan mengambil langkah cepat, diantaranya mengkonfirmasi langsung kepada bupati.
"Kalau ditemukan, tentu kita lapor ke bupati. Jika perlu kita tarik, maka akan kita tarik dari peredaran," ucapnya.
Baca Juga:Heboh Buku Bernarasi Suku Minangkabau Beragama Katolik, LKAAM Sumbar: Orang Minang Pasti Islam
Namun sampai kini, pihaknya belum mengetahui terkait beredarnya buku tersebut. "Nanti akan konfirmasi kembali, kami masih melakukan penelusuran," tutupnya.