Padang Pariaman Waspada Banjir Lagi, Debit Sungai Meningkat

Debit sungai di Padang Pariaman meningkat menyusul hujan yang mengguyur wilayah tersebut dan daerah hulu sungai dalam beberapa hari terakhir.

Riki Chandra
Jum'at, 02 Januari 2026 | 19:27 WIB
Padang Pariaman Waspada Banjir Lagi, Debit Sungai Meningkat
Kondisi Air Sungai Batang Anai di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, meluap hingga menutup akses jalan yang menghubungkan Nagari Sungai Buluah Utara ke Nagari Sungai Buluah Timur. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Debit sungai meningkat akibat hujan dan kondisi hulu sungai.

  • Sejumlah kawasan Padang Pariaman mulai tergenang banjir.

  • Akses jalan dan aktivitas warga terganggu genangan air.

SuaraSumbar.id - Debit sungai di Padang Pariaman meningkat menyusul hujan yang mengguyur wilayah tersebut dan daerah hulu sungai dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), meningkatkan kesiagaan bencana karena potensi banjir kembali mengancam sejumlah kawasan rawan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan debit Sungai Padang Pariaman meningkat terutama pada aliran Batang Anai dan Batang Ulakan.

Peningkatan volume air tersebut mulai berdampak langsung pada permukiman warga dan akses transportasi di beberapa kecamatan.

“Ada beberapa sungai yang ketinggian airnya mulai meningkat yaitu di antaranya Aliran Batang Anai dan Batang Ulakan,” kata Rudy Repenaldi Rilis, Jumat (2/1/2026).

Akibat debit Sungai Padang Pariaman meningkat, aliran Sungai Batang Anai menggenangi kawasan Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk, serta Perumahan Kasai di Kecamatan Batang Anai. Genangan air di Tanah Taban dilaporkan lebih tinggi dibandingkan Perumahan Kasai.

Rudy menjelaskan, meski air menggenangi kawasan Tanah Taban, tidak dilakukan evakuasi warga. Hal itu karena rumah-rumah di kawasan tersebut telah dikosongkan pascabanjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu. Warga sebelumnya telah mendapatkan bantuan biaya kontrak rumah di lokasi yang lebih aman.

“Jadi tidak dilakukan evakuasi,” katanya.

Meski sempat surut sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi debit Sungai Padang Pariaman meningkat kembali pada sekitar pukul 14.00 WIB. Peningkatan debit air ini turut berdampak pada Perumahan Kasai. Warga di kawasan tersebut mulai melakukan evakuasi mandiri karena khawatir terjebak banjir jika air terus naik.

Selain Batang Anai, peningkatan aliran Sungai Batang Ulakan juga mulai berdampak pada wilayah Ulakan Tapakis. Genangan air dilaporkan sudah mencapai badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Air mulai menggenangi Ulakan, air sudah sampai ketinggian badan jalan,” ujarnya.

Rudy menyampaikan, intensitas hujan di wilayah Padang Pariaman tergolong sedang. Namun, kondisi hujan lebat di daerah hulu sungai sangat memengaruhi aliran sungai yang melintasi kabupaten tersebut.

“Kalau hujan di Padang Pariaman relatif sedang, tapi sepertinya hujan lebat terjadi di hulu,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi sungai yang mulai dangkal pascabanjir sebelumnya. Ditambah dengan cuaca yang belum stabil, debit Sungai Padang Pariaman meningkat dikhawatirkan dapat memicu banjir dan longsor di sejumlah titik.

.Dilaporkan pula, meningkatnya debit Sungai Batang Anai menyebabkan akses jalan dari Nagari Sungai Buluah Utara menuju Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai, tidak dapat dilalui kendaraan. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak