-
Banjir susulan di Kabupaten Solok akibat lima sungai meluap, rumah warga hanyut.
-
Debit air sungai meningkat drastis, sembilan kecamatan dan 16 belas nagari.
-
Warga tepi DAS mengungsi, tidak ada korban jiwa banjir susulan.
SuaraSumbar.id - Banjir susulan akibat luapan lima aliran sungai menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (2/1/2026) siang hingga malam hari. Rumah warga yang sebelumnya hanya terdampak banjir pada akhir November 2025, kini hanyut dibawa arus.
Wakil Bupati Solok, Candra mengatakan, banjir kali ini lebih besar dari sebelumnya. Debit air sungai sangat cepat meningkat drastis hingga menerjang permukiman warga.
"Banjir pertama pada 27 November membawa material batu dan kayu yang banyak. Sekarang banjir hanya debit air yang begitu meningkat," ujar Candra, Sabtu (3/1/2026).
Candra mengungkapkan, sembilan kecamatan dengan 16 nagari terdampak sejak bencana banjir terjadi pada akhir November 2025. Banjir susulan ini memperparah dampak.
"Ada delapan nagari yang cukup parah terdampak. Di antaranya Nagari Paninggahan, Muaro Pigai, Saniangbaka, Koto Sani, Koto Hilalang, Salayo dan Surian," ucapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana susulan ini. Menurut Candra, masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) telah mengungsi sejak bencana banjir pertama.
"Rata-rata masyarakat yang tinggal di tepi DAS sudah mengungsi ke rumah kerabat mereka. Tersebar di beberapa titik," katanya.
Kontributor: Saptra S