Megawati Singgung Musyawarah dan Mufakat di Ranah Minang, Begini Reaksi Ketua LKAAM Sumbar

Menurut mantan Wali Kota Padang itu, pernyataan Megawati baiknya sebagai penyemangat.

Riki Chandra
Selasa, 11 Januari 2022 | 17:15 WIB
Megawati Singgung Musyawarah dan Mufakat di Ranah Minang, Begini Reaksi Ketua LKAAM Sumbar
Fauzi Bahar. [Dok.Covesia.com]

SuaraSumbar.id - Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar), Fauzi Bahar Dt Nan Sati tidak mempermasalahkan pernyataan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebut Sumbar telah berubah dalam hal musyawarah dan mufakat.

Menurut mantan Wali Kota Padang itu, pernyataan Megawati baiknya sebagai penyemangat.

"Kita jadikan penyemangat apa yang beliau katakan itu, memang musyawarah kan menjadi mufakat," kata Fauzi Bahar, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Selasa (11/01/2022).

Sebagai Ketua LKAAM, Fauzi Bahar bertekat untuk melakukan interaksi yang intens dengan keponakan, dan termasuk perantau.

Baca Juga:Megawati Kritik Jokowi, Heran Harga Cabai dan Minyak Goreng Naik: Kok Klasik Amat Ya?

"Dengan terpilihnya saya sebagai Ketua LKAAM Sumbar, memang perlu perbanyak pertemuan dengan keponakan, dengan saudara-saudara sekampung, serta dengan perantau," ujarnya.

Berbicara terkait musyawarah dan mufakat, Fauzi Bahar menjelaskan bahwa hal tersebut memang sudah menjadi tradisi di Minangkabau, terutama dalam menyelesaikan persoalan.

"Jika kita bermusyawarah, tak ada kusuik nan indak salasai (tak ada kusut yang tidak selesai), karuah nan indak janiah (keruh yang tidak jernih)," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri bicara tentang Daerah Sumatera Barat (Sumbar). Megawati menyebut Sumatera Barat berubah.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberi arahan di HUT ke-49 PDIP yang disiarkan secara langsung, Senin (10/1/2022) lalu. Awalnya, Megawati berbicara mengenai tantangan negara dari masa ke masa, dia mengutip kalimat Bung Karno.

Baca Juga:Sapaan Megawati ke Ahok Dianggap Dukungan, Pengamat: Semua Bisa Diatur, Kecuali Dua Hal

"Bung Karno menegaskan lebih mudah karena melawan penjajah tinggal diusir, tapi kalau kita menjadi lebih sulit karena berhadapan dengan bangsa sendiri," ujar Megawati dalam acara itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini