Bangkit di Tengah Pandemi, Tenun Padi Sarumpun dari Solok Jelajah Nusantara dengan JNE

Hampir seluruh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia "babak belur" dihantam pandemi Covid-19.

Riki Chandra
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
Bangkit di Tengah Pandemi, Tenun Padi Sarumpun dari Solok Jelajah Nusantara dengan JNE
Anak (kiri) dan adik Zartidewita, pemilik usaha "Tenun Padi Sarumpun" di Kabupaten Solok saat menenun. [Dok.Istimewa]
Zartidewita, pemilik usaha "Tenun Padi Sarumpun" di Kabupaten Solok dan sebuah paket kiriman produk tenunnya lewat JNE. [Dok.Istimewa]
Zartidewita, pemilik usaha "Tenun Padi Sarumpun" di Kabupaten Solok dan sebuah paket kiriman produk tenunnya lewat JNE. [Dok.Istimewa]

Ketika omzet usahanya turun drastis, Dewi terpaksa menggunakan hasil laba penjualan sebelum pandemi untuk menghidupkan kembali geliat tenunan, setelah beberapa pesanan datang. Beruntung, kata Dewi, dia menyisihkan sekitar 40 persen dari laba setiap penjualan sebelumnya untuk ditabung. "Pas ada pesanan lagi, saya ambil uang tabungan itu. Sedangkan modal tetap saya putarkan buat produksi," katanya.

Kini, setelah hampir dua tahun pandemi melanda, usaha tenunan Dewi mulai kembali menerima pesanan dari luar daerah Sumbar. Dia pun kembali bisa mempekerjakan 20 orang karyawannya yang biasa menenun. "Tapi omzet masih belum stabil. Mudah-mudahan tahun 2022 ini kembali lancar," harapnya.

12 Tahun Setia  Bersama JNE

Bisnis yang digeluti Dewi tentu saja membutuhkan jasa pengiriman barang. Sebab, pesanan-pesanan pelanggan dari luar daerah Solok, harus diantarkan sesuai jadwal yang disepakati. Dalam hal pengiriman barang, Dewi mengaku setia berlangganan dengan jasa kurir PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Bahkan, sejak awal merintis hingga saat ini, setiap pengiriman produksi tenunnya pasti lewat JNE.

Baca Juga:Rayakan HUT Ke-31, JNE Yogyakarta Touring Sambil Berkegiatan Sosial

"Sudah 12 tahun saya setia dengan JNE. Kemana-mana pesanan saya yang mengantarnya pasti JNE," katanya.

Dewi mengaku punya banyak alasannya menjatuhkan pilihan setia kepada perusahaan jasa kurir yang kini berusia 31 tahun itu. Paling utama tentu saja soal ketepatan waktu dan tepat sasaran alias tidak salah alamat dalam pengantaran paket.

"Banyak sekali pokoknya. JNE itu hanya mengukur barang dengan berat, tidak dengan volume panjang, lebar dan sebagainya. Selama 12 tahun ini, pesanan saya tidak pernah salah alamat. Ini yang membuat saya selalu merasa aman dan nyaman mengirimkan pesanan pelanggan lewat JNE," katanya.

Dewi juga menceritakan baiknya pelayanan JNE di Kota Solok. Suatu kali, dia pernah terdesak mengantar pesanan pelanggan malam hari. Sedangkan jarak rumahnya ke JNE menghabiskan perjalanan sekitar 30 menit. Lantas, dia menelpon kurir JNE dan memintanya untuk menunggu sebelum tutup pukul 22.00 WIB. Alhasil, permintaan Dewi dikabulkan dan dia dinanti pelayanan JNE.

"Saya nggak nyangka, layanannya sebaik itu. Saya ditunggu malam-malam sampai tutup. Makanya kalau urusan kirim-kirim barang, saya nggak bisa berpindah lagi dari JNE," katanya.

Baca Juga:Lowongan Kerja JNE Deadline 31 Desember 2021, Lulusan SMA/SMK Merapat!

Selain itu, kata Dewi, ongkos kirim (ongkir) dengan JNE juga tidak menguras dompet. Apalagi, banyak program JNE yang dipilih dalam pengiriman barang. "Tenun saya keliling Indonesia itu semua pakai JNE. Semoga layanan JNE semakin baik dan banyak lagi bonus ongkir gratisnya," tutupnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini