Alasan BIN Sumbar Gencarkan Vaksinasi di Tengah Pandemi Covid-19 yang Mulai Melandai

Badan Intelejen Negara Sumatera Barat (BIN Sumbar) terus gencar melaksanakan program vaksinasi, meski kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ranah Minang.

Riki Chandra
Rabu, 01 Desember 2021 | 19:35 WIB
Alasan BIN Sumbar Gencarkan Vaksinasi di Tengah Pandemi Covid-19 yang Mulai Melandai
Vaksinasi Covid-19 di Sumbar. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Badan Intelejen Negara Sumatera Barat (BIN Sumbar) terus gencar melaksanakan program vaksinasi, meski kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ranah Minang beberapa hari terakhir tercatat menurun.

Kali ini, vaksinasi digelar di lima Kabupaten yakni, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar dan Kabupaten Solok dengan target sebanyak 11.350 orang.

Kepala BIN Sumbar Hendra mengatakan, pihaknya mengerahkan kekuatan personil dan stakeholder terkait di seluruh Indonesia untuk melaksanakan program vaksinasi massal dengan pola rumah ke rumah.

"Meski tren kasus covid-19 akhir-akhir ini cenderung menurun, namun bukan berarti program vaksinasi akan kendor. Kami akan terus gencar menyasar wilayah-wilayah yang angka capaian vaksinasinya masih rendah," katanya.

Baca Juga:Dua Ekor Sapi Warga Agam Diduga Diterkam Harimau Sumatera, Seekor Mati

Hendra membeberkan, merujuk data rilis Gugus tugas percepatan dan penangan Covid-19 Selasa 30 November 2021, dari 453 sample spesimen yang diperiksa, hanya dua sample diantaranya yang terkonfirmasi positif.

"Total kumulatif kasus hingga kini, tercatat sebanyak 89.844 kasus dengan rincian, sembuh 87.604 kasus atau 97,51 persen, meninggal dunia sebanyak 2.152 kasus dan kini hanya menyisakan kasus aktif sebanyak 88 kasus atau 0,10 persen," katanya.

Karena hingga saat ini belum ditemukan obat khusus, Hendra menilai untuk mengatasi pandemi ini, cara yang paling jitu ada dua cara yakni, menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengikuti program vaksinasi.

"Mari kita berkerjasama mengatasi pandemi ini. Hindari disinformasi tentang vaksin ini. Vaksin ini aman dan terbukti telah mampu mengurangi tingkat resiko apabila terinfeksi," katanya.

Kemudian untuk mengantisipasi potensi ledakan gelombang ketiga, masyarakat diharapkan dapat membatasi mobilisasi terutama jelang perayaan Natal dan Tahun baru.

Baca Juga:4 Manfaat Daun Sungkai, Termasuk Obat Malaria

"Apalagi saat ini, juga ditemukan adanya varian baru yakni Omicron. Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan beberapa waktu lalu, menandakan jika ancaman Pagebluk ini belum berakhir. Ini juga yang harus diwaspadai," tuturnya.

Kontributor : B Rahmat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak