alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PPKM Tetap Diterapkan Jelang Natal dan Tahun Baru 2022

Riki Chandra Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:15 WIB

PPKM Tetap Diterapkan Jelang Natal dan Tahun Baru 2022
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (istimewa).

Pemerintah memastikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atauk PPKM akan tetap dilakukan jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2022.

SuaraSumbar.id - Pemerintah memastikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atauk PPKM akan tetap dilakukan jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

"PPKM akan terus dilakukan karena telah terbukti efektif dalam menekan kasus termasuk untuk menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru," kata Wiku dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta pada Kamis (14/10/2021).

Terkait pemberlakuan itu, Wiku meminta agar masyarakat untuk tetap mematuhi kebijakan pemerintah. Dia juga mengharapkan agar pemerintah daerah dapat mengawasi dan mengendalikan mobilitas warga demi mencegah peningkatan kasus.

Baca Juga: Pemerintah Tetap Terapkan PPKM Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 itu menyampaikan bahwa belajar dari kenaikan kasus signifikan sebelumnya, peningkatan biasanya terjadi ketika ada relaksasi kebijakan pembatasan tanpa adanya modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik daerah.

Sementara itu, PPKM Mikro yang dilakukan serentak oleh seluruh daerah dengan penyesuaian situasi hingga tingkat RT/RW terbukti mampu menurunkan kasus hingga 134 persen selama empat belas pekan meski terjadi dibukanya kembali aktivitas masyarakat sebanyak 50 persen.

"Pembelajaran ini harus dijadikan pegangan utama pada periode Natal dan Tahun Baru yang berpotensi meningkatkan kembali kasus Covid-19," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa kebijakan PPKM Darurat dan Level 4 membuktikan rem darurat yang diterapkan serentak di seluruh wilayah dan disesuaikan dengan kondisi daerah dapat menekan kasus secara efektif dan maksimal.

Menuju periode libur di akhir tahun, dia menegaskan perlu disiapkan kebijakan didasarkan berdasarkan situasi masing-masing daerah dengan relaksasi diberlakukan 50 persen dari kapasitas, dilakukan pengawasan sampai tingkat akar rumput dan menyiapkan skenario pembatasan ketika terlihat tren kenaikan kasus signifikan. (Antara)

Baca Juga: Satgas COVID-19 Siapkan Kebijakan Mobilitas Libur Natal dan Tahun Baru

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait