alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nikmati Kuliner Sapek Panggang di Dangau Pesawangan

Wakos Reza Gautama Minggu, 01 Agustus 2021 | 11:54 WIB

Nikmati Kuliner Sapek Panggang di Dangau Pesawangan
sapek pangang khas Dangau Pesawangan, Agam, Sumatera Barat. [ANTARA]

Sapek Panggang merupakan makanan khas di Dangau Pesawangan

SuaraSumbar.id - Sapek Panggang adalah nama kuliner khas Jorong XII Kampuang, Dangau Pesawangan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat

Sapek Panggang terbuat dari ikan sapek (sepat) kering lalu dibakar yang merupakan makanan khas di Dangau Pesawangan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Salah seorang warga, Sati (45) di Bukittinggi, Sabtu (31/7/2021), mengatakan menu maco atau ikan asin panggang jenis sapek dengan sambal lado tanak menjadi pembeda dari seluruh rumah makan dan tempat wisata yang pernah dikunjunginya.

Berlokasi di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, atau persisnya di pinggang Gunung Marapi, Dangau Pesawangan sudah menjadi lokasi tujuan wisata kuliner sejak akhir 2020 lalu.

Baca Juga: Keren! Google Doodle Tampilkan Sosok Penulis Perempuan Asal Ranah Minang

Menurutnya, selain makanan khas kampung yang disajikan secara tradisional, lingkungan persawahan di lereng Gunung Marapi dan taman bunga yang dikreasikan oleh pemilik Dangau Pesawangan membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.

"Saya sampai harus memesan tempat dua hari sebelum datang karena sering penuhnya saung yang ada, dan kami biasa akan berlama di sini karena suasana asri pegunungan tanpa kebisingan dan asap kendaraan yang benar-benar membuat nyaman," kata dia dilansir dari ANTARA.

Sementara itu, pengelola Dangau Pesawangan, Mira (25) mengatakan pengunjung selalu ramai datang dari berbagai daerah dan pihak pengelola telah menambah saung atau pondok kecil tempat makan.

"Kini sudah ada sebanyak 14 pondok tempat makan yang disediakan bagi pengunjung ditambah dengan empat meja di bagian depan Dangau," kata dia.

Ia mengatakan di awalnya pengunjung yang datang dikenakan biaya masuk ke Dangau Pesawangan karena kebanyakan pengunjung hanya berswafoto di tempat tersebut.

Baca Juga: Pro Kontra Menag Ucapkan Hari Raya Agama Bahai, MUI Sumbar: Ajaran Sesat

"Namun, kini tidak lagi dipungut bayaran masuk, karena orang yang datang tidak saja ingin berfoto di spot menarik yang telah dibuat, tapi tujuan utama mereka juga untuk berwisata kuliner makanan khas yang kita sediakan," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait