alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Bocah Berenang dari Marako ke Spanyol, Menepi di Pantai Langsung Ditangkap Tentara

Riki Chandra Kamis, 27 Mei 2021 | 11:15 WIB

Kisah Bocah Berenang dari Marako ke Spanyol, Menepi di Pantai Langsung Ditangkap Tentara
Seorang bocah Maroko yang nekad nyeberang menggunakan botol.[twitter]

Bocah tersebut juga tampak menangis sesampainya ia memasuki perbatasan Ceuta, yang merupakan konklaf Afrika Utara di Spanyol.

SuaraSumbar.id - Foto seorang bocah laki-laki dari Maroko berenang sambil memegang botol untuk pelampung menuju perbatasan Spanyol memasuki Eropa viral di media sosial Twitter.

Bocah itu tampak mengenakan kaos berwarna gelap dan ada begitu banyak botol di badannya.

Bocah tersebut juga tampak menangis sesampainya ia memasuki perbatasan Ceuta, yang merupakan konklaf Afrika Utara di Spanyol.

Ketika dia mencapai pantai, menyadur Times Now News, Kamis (26/5/2021) dia langsung ditahan oleh tentara dan memohon agar dia tidak dipulangkan.

Baca Juga: Bocah Maroko Rela Berenang ke Spanyol: Saya Lebih Baik Mati daripada Pulang

"Dia tidak ingin kembali, dia tidak punya keluarga di Maroko, dia tidak peduli jika dia meninggal karena kedinginan di laut; Dia lebih baik meninggal daripada kembali ke Maroko," ucapnya saat menerjemahkan bahasa bocah tersebut seperti dikutip dari Reuters." ujar salah satu tentara bernama Rachid Mohamed al Messaoui, yang menolong bocah tersebut, kepada Reuters.

Bocah tersebut mengatakan permohonan tersebut menggunakan Darija, bahasa Arab sehari-hari yang digunakan di negara Afrika Utara tersebut.

"Saya tidak pernah mendengar itu dari seseorang yang begitu muda," sambung Rachid.

Bocah tersebut sekarang ditempatkan di zona keamanan di antara kedua negara. Bersamanya, ada 8000 lebih migran yang menunggu keputusan diizinkan masuk ke Eropa.

Semuanya berenang menuju Spanyol dari Maroko dan ditangkap oleh tentara. Spanyol menyebut ini sebagai 'krisis' bagi Eropa karena mereka telah mengerahkan tentaranya di Ceuta untuk mengawasi situasi tersebut.

Baca Juga: Viral Ketimpangan Hidup di Kota, Main di Kubangan vs Kolam Renang

Karena Spanyol memiliki kebijakan tidak mendeportasi anak di bawah umur, mereka ditempatkan di pusat pengungsi bersama para migran lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait