Kubu Moeldoko Sebut Mahar Pilkada Buat Beli Kantor DPP Demokrat

Jhoni mengaku kaget mendengarkan hal itu. Pasalnya, selama SBY menjabat sebagai presiden dua periode, dia dianggap tak pernah memikirkan kondisi Kantor DPP.

Riki Chandra
Kamis, 11 Maret 2021 | 19:43 WIB
Kubu Moeldoko Sebut Mahar Pilkada Buat Beli Kantor DPP Demokrat
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.[YouTube/KompasTV]

SuaraSumbar.id - Perseteruan di tubuh Partai Demokrat terus bergulir. Terbaru, kubu Moeldoko membongkar borok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut menggunakan uang mahar Pilkada untuk membeli kantor DPP Demokrat.

Hal itu dinyatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat kubu Moeldoko, Jhoni Allen Marbun. Dia menyebut, SBY mengetahui adanya uang setoran dari kader partai yang maju di Pilkada.

Lantas, uang mahar tersebut digunakan untuk membeli kantor DPP Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya sampaikan ini setelah pertemuan saya dengan bapak SBY tanggal 16 Februari 2021. Saya sampaikan. Termasuk mahar-mahar pilkada, beliau mengatakan untuk membeli kantor di (Jalan) Proklamasi," kata Jhoni di kediaman Moeldoko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021).

Baca Juga:Saran Refly Harun ke Jokowi Terkait KSP Moeldoko di Kemelut Demokrat

Jhoni mengaku kaget mendengarkan hal itu. Pasalnya, selama SBY menjabat sebagai presiden dua periode, dia dianggap tak pernah memikirkan kondisi Kantor DPP.

"Saya kaget, lho Bapak 10 tahun presiden waktu itu kok nggak mikirin kantor. Kenapa harus keringat dari DPC dan iuran anggota fraksi dari tingkat II (dipakai)," tuturnya.

Lebih lanjut, Jhoni menyampaikan, adanya peristiwa tersebut mendorong DPC-DPC menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang. Selain itu, pihaknya juga mendesak AD/ART partai hasil Kongres Demokrat 2020 diganti atau dibatalkan.

"Karena memang khusus membahas dan membatalkan AD/ART adalah Kongres atau KLB, atau melalui proses pengadilan. Tetapi kami lebih memilih KLB, biar lebih cepat karena itu permintaan unsur DPD-DPC pendiri dan organisasi sayap sesuai dengan ketentuan," katanya.

Untuk diketahui, Partai Demokrat kini sedang menghadapi badai perpecahan di internal. Konflik terjadi antara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan KLB Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara yang menjadikan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat. (Suara.com)

Baca Juga:Gatot Nurmantyo Ngaku Diajak Mengkudeta AHY, Jhoni Allen: Jangan Asbun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini