SuaraSumbar.id - Jajaran Polsek Lembah Melintang, Resor Pasaman Barat, kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja kering.
Tiga pria berinisial EP (34), HP (48), dan FD (34) ditetapkan sebagai tersangka dalam pengungkapan kasus ini pada Jumat (15/11/2024) dini hari.
Kapolsek Lembah Melintang, AKP Junaidi, menjelaskan penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang aktivitas transaksi narkoba yang sering terjadi di sebuah warung dekat SD Negeri 24 Lembah Melintang, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.
Sekitar pukul 01.00 WIB, petugas mendatangi lokasi dan mendapati ketiga tersangka yang langsung berusaha melarikan diri.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya para pelaku ditemukan bersembunyi di dalam parit dekat lokasi kejadian.
“Petugas berhasil menangkap ketiganya tanpa perlawanan setelah mereka bersembunyi di parit. Barang bukti berupa 11 paket kecil ganja, timbangan, dan plastik berisi ranting ganja ditemukan di lokasi,” ujar Junaidi.
Barang bukti lain yang disita meliputi dua unit ponsel, dompet, dan uang tunai hasil penjualan ganja sebesar Rp495 ribu.
Selain itu, pada pagi harinya, pihak sekolah menemukan dua paket ganja yang disembunyikan di laci meja SDN 24 Lembah Melintang, yang kemudian diakui sebagai milik pelaku HP.
Dari hasil interogasi, HP mengaku membeli dua paket ganja senilai Rp800 ribu dari EP untuk diedarkan kembali.
Baca Juga: Berawal dari Curi Motor, 2 Pemuda di Solok Selatan Terciduk Bawa Ganja
Penyelidikan juga mengungkap bahwa HP dan EP memiliki catatan kriminal terkait narkotika.
HP pernah ditangkap pada 2017 dan bebas pada 2018, sementara EP pernah dipenjara pada 2016 di wilayah hukum Polresta Padang dan bebas pada 2023.
“Ketiga pelaku dan barang bukti kini telah diamankan di Mapolsek Lembah Melintang untuk penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini akan dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat,” tambah Junaidi.
Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
Polisi mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan dugaan tindak pidana narkotika dan mengimbau untuk terus berperan serta dalam memerangi peredaran narkoba.
“Kami harap masyarakat terus memberikan informasi kepada kami demi menjaga lingkungan dari bahaya narkoba,” ujar Kapolsek.
Berita Terkait
-
Berawal dari Curi Motor, 2 Pemuda di Solok Selatan Terciduk Bawa Ganja
-
Miris, Ibu Muda Terpaksa Jadi PSK Demi Nafkahi Anak Balita di Pasaman Barat
-
Ibu Muda Terpaksa Jual Diri, Muncikari Kantongi Rp200 Ribu Sekali Kencan
-
Akhir Pelarian Bandar Ganja 30 Kg, dari Riau ke Tangan Polres Payakumbuh
-
Dari Jok Motor Hingga Rumah, Polisi Sita Sejumlah Paket Ganja di Bukittinggi
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia
-
BRI Perkuat Dukungan untuk Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026
-
Permudah Kelola Payroll Perusahaan, Gunakan Qlola by BRI dengan Sistem Terintegrasi
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat