-
Dana pusat Rp 83 miliar percepat pembangunan Teluk Tapang.
-
Investor sawit incar lahan dan optimisme ekonomi Pasaman Barat.
-
Hilirisasi dorong nilai tambah dan peluang kerja masyarakat.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan proyek Pelabuhan Teluk Tapang mendapat dorongan besar pada tahun 2026.
Melalui dukungan Rp 83 miliar dari Kementerian Perhubungan, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, dipercepat guna memperkuat posisi Sumbar dalam rantai logistik dan industri berbasis sumber daya daerah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan alokasi Rp 83 miliar untuk Pelabuhan Teluk Tapang menjadi sinyal kuat keterlibatan pemerintah pusat.
Di saat bersamaan, pemerintah daerah juga tengah menuntaskan proses administratif penting berupa penurunan status kawasan hutan agar pembangunan dapat dilakukan tanpa hambatan.
“Tahun ini ada Rp83 miliar dana dari Kementerian Perhubungan yang masuk. Sekarang kita juga sedang menurunkan status kawasan hutan yang ada di sini, alhamdulillah prosesnya sedang berjalan,” kata Mahyeldi, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Gubernur, perubahan status kawasan tersebut krusial supaya lahan di sekitar Pelabuhan Teluk Tapang bisa dimanfaatkan optimal.
Bila semua tahapan rampung, sekitar 168 hektare lahan akan disiapkan untuk dibangun secara sinergis antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
“Mudah-mudahan ini berjalan sesuai rencana sehingga lebih kurang 168 ha itu bisa kita bangun,” sebut Mahyeldi.
Ia menilai, turunnya anggaran dari pusat memperlihatkan komitmen nyata terhadap Teluk Tapang sebagai kawasan strategis baru di Sumbar. Walaupun pembangunan belum sepenuhnya selesai, ketertarikan investor mulai terlihat dari berbagai penjajakan yang masuk.
“Ada investor yang bertanya dan meminta disediakan lahan sekitar 100 ha untuk berinvestasi di sini. Sentimen positif tersebut, menambah optimisme kita terhadap masa depan Teluk Tapang,” ujar eks Wali Kota Padang itu.
Permintaan lahan tersebut diarahkan untuk pengembangan industri pengolahan sawit atau hilirisasi. Kabupaten Pasaman Barat dinilai memiliki keunggulan bahan baku karena menjadi salah satu sentra produksi sawit terbesar di wilayah itu.
“Hasil hilirisasi sawit berpotensi menghasilkan berbagai produk strategis seperti biodiesel, avtur dan produk turunan lainnya yang dibutuhkan pasar dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
“Sawit memiliki banyak turunan yang bisa dikembangkan melalui hilirisasi. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah,” jelasnya.
Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan memperkuat fungsi pelabuhan, menggairahkan aktivitas ekonomi, sekaligus membuka ruang kerja baru bagi masyarakat di Pasaman Barat dan Sumbar secara luas. Dengan dukungan Rp83 miliar, pemerintah optimistis tahapan menuju operasional kawasan strategis ini dapat berjalan sesuai rencana. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Investor Pasar Modal Tembus 31,9 Juta, Naik 3 Kali Lipat dalam 5 Tahun
-
KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026
-
Hati-hati! Serahkan Akun Trading, Uang Bisa Melayang
-
Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1
-
22,93 Juta Investor Sudah Masuk Kripto, Industri Kini Pecut Literasi
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
Permudah Kelola Payroll Perusahaan, Gunakan Qlola by BRI dengan Sistem Terintegrasi
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik