- Gunung Marapi di Sumatera Barat erupsi pada Sabtu (16/5) pukul 10.19 WIB dengan kolom abu setinggi 500 meter.
- PVMBG menetapkan status Level II Waspada dan melarang masyarakat beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah utama.
- Masyarakat di sekitar aliran sungai diimbau waspada terhadap potensi bahaya lahar dingin saat terjadi curah hujan tinggi.
SuaraSumbar.id - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
Pada Sabtu pagi (16/5) pukul 10.19 WIB, gunung api yang membentang di Kabupaten Agam dan Tanah Datar ini mengalami erupsi, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 500 meter dari puncaknya.
Erupsi ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan durasi 32 detik.
Dikutip dari ANTARA, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Bilal Allegra Munbaits, melaporkan bahwa kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang teramati bergerak ke arah tenggara.
Meskipun tinggi kolom abu terbilang sedang, erupsi ini menjadi pengingat serius bahwa Gunung Marapi yang berstatus Level II (Waspada) masih aktif dan berbahaya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan kembali larangan keras bagi masyarakat untuk beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah (Kawah Verbeek).
Ancaman Lahar Dingin Mengintai
Lebih dari sekadar ancaman abu vulkanik yang dapat mengganggu pernapasan—sehingga masyarakat diimbau memakai masker jika terjadi hujan abu—PGA Marapi secara khusus menyoroti potensi bahaya lain yang tak kalah mematikan: lahar dingin.
Tumpukan material vulkanik di puncak gunung akibat rentetan erupsi dapat sewaktu-waktu berubah menjadi aliran lahar dingin yang destruktif jika dipicu oleh curah hujan tinggi.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Padang Tewaskan 4 Orang
Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat di area puncak. Peringatan ini disampaikan secara berkesinambungan oleh petugas PGA sebagai langkah mitigasi bencana yang krusial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
BRI Bantu PMI Cirebon Bangun Usaha, Dari Purna Migran Jadi Pengusaha
-
5 Langkah Cegah Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari, Penderita Diabetes Simak
-
Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal
-
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar
-
5 Minuman yang Bisa Kendalikan Tekanan Darah