- Polda Sumatera Barat mengusut tuntas tragedi longsor tambang emas ilegal yang menewaskan sembilan pekerja di Kabupaten Sijunjung, Kamis (14/5).
- Polisi akan memburu pemodal dan operator tambang ilegal untuk memberikan efek jera serta keadilan hukum bagi para korban.
- Polda Sumbar berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengawasi ketat aktivitas tambang ilegal guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
SuaraSumbar.id - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan tragedi longsor yang menewaskan sembilan pekerja tambang emas ilegal di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu pemodal dan operator yang bertanggung jawab atas aktivitas ilegal berisiko tinggi tersebut.
"Sudah pasti (penyelidikan) ya," tegas Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Polisi Susmelawati Rosya, di Padang, Jumat. Ia menegaskan komitmen polisi untuk membongkar praktik ilegal yang telah merenggut nyawa para pekerja pada Kamis 14 Mei 2026 siang itu.
Meskipun fokus awal adalah penanganan dan pemulihan korban, termasuk tiga pekerja yang selamat dari maut, proses hukum akan segera berjalan.
Kombes Susmelawati memastikan Kapolres Sijunjung akan segera memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan TKP dan memulai rangkaian penyelidikan serta penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Itu tindak lanjut (penyelidikan dan penyidikan) yang akan dilakukan oleh Kapolres," katanya dikutip dari ANTARA pada Jumat (15/5/2026).
Penegakan hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan keadilan bagi para korban.
Tantangan Komunikasi dan Koordinasi
Tragedi ini juga menyoroti tantangan dalam komunikasi dan koordinasi di lapangan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kota Padang, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa pihaknya terlambat mendapatkan informasi saat kejadian berlangsung.
Baca Juga: Bareskrim Sorot Tambang Ilegal di Sumbar, Tim Sudah Turun!
"Kami tidak mendapatkan informasi, tiba-tiba korban sudah keluar (dari longsor)," ujarnya.
Bahkan, upaya SAR Padang untuk menghubungi camat setempat guna memverifikasi informasi pun menemui jalan buntu.
"Pak camat sulit (dihubungi) juga dari semalam," keluhnya.
Menanggapi hal ini, Polda Sumbar menegaskan akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal yang terus mengancam nyawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
Permudah Kelola Payroll Perusahaan, Gunakan Qlola by BRI dengan Sistem Terintegrasi
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik