Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB
Lokasi tambang emas yang menewaskan 9 orang di Sijunjung. [Suara.com/istimewa]
Baca 10 detik
  • Polda Sumatera Barat mengusut tuntas tragedi longsor tambang emas ilegal yang menewaskan sembilan pekerja di Kabupaten Sijunjung, Kamis (14/5).
  • Polisi akan memburu pemodal dan operator tambang ilegal untuk memberikan efek jera serta keadilan hukum bagi para korban.
  • Polda Sumbar berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengawasi ketat aktivitas tambang ilegal guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

SuaraSumbar.id - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan tragedi longsor yang menewaskan sembilan pekerja tambang emas ilegal di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.

Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu pemodal dan operator yang bertanggung jawab atas aktivitas ilegal berisiko tinggi tersebut.

"Sudah pasti (penyelidikan) ya," tegas Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Polisi Susmelawati Rosya, di Padang, Jumat. Ia menegaskan komitmen polisi untuk membongkar praktik ilegal yang telah merenggut nyawa para pekerja pada Kamis 14 Mei 2026 siang itu.

Meskipun fokus awal adalah penanganan dan pemulihan korban, termasuk tiga pekerja yang selamat dari maut, proses hukum akan segera berjalan.

Kombes Susmelawati memastikan Kapolres Sijunjung akan segera memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan TKP dan memulai rangkaian penyelidikan serta penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Itu tindak lanjut (penyelidikan dan penyidikan) yang akan dilakukan oleh Kapolres," katanya dikutip dari ANTARA pada Jumat (15/5/2026). 

Penegakan hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan keadilan bagi para korban.

Tantangan Komunikasi dan Koordinasi 

Tragedi ini juga menyoroti tantangan dalam komunikasi dan koordinasi di lapangan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kota Padang, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa pihaknya terlambat mendapatkan informasi saat kejadian berlangsung.

Baca Juga: Bareskrim Sorot Tambang Ilegal di Sumbar, Tim Sudah Turun!

"Kami tidak mendapatkan informasi, tiba-tiba korban sudah keluar (dari longsor)," ujarnya.

Bahkan, upaya SAR Padang untuk menghubungi camat setempat guna memverifikasi informasi pun menemui jalan buntu.

"Pak camat sulit (dihubungi) juga dari semalam," keluhnya.

Menanggapi hal ini, Polda Sumbar menegaskan akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal yang terus mengancam nyawa.

Load More