Riki Chandra
Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:29 WIB
Ilustrasi Kebakaran Rumah (Pixabay/Николай Егошин)
Baca 10 detik
  • Tiga warung Stasiun Lambuang Bukittinggi hangus, api padam sejam.
  • Enam armada damkar dibantu Agam jinakkan kebakaran pusat kota.

  • Tidak ada korban jiwa, penyebab kebakaran masih diselidiki.

     

SuaraSumbar.id - Kebakaran hebat terjadi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (14/2/2026) sore. Tiga warung permanen di sisi kiri Stasiun Lambuang, kawasan Simpang Tugu Polwan, dilaporkan hangus dilalap api dan memicu perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.

Peristiwa kebakaran ersebut membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi area sekitar Stasiun Lambuang. Letaknya yang berada di jalur aktivitas padat menjadikan kobaran api cepat menjadi tontonan sekaligus memunculkan kepanikan warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi, Joni Feri, menjelaskan, kebakaran Bukittinggi bermula dari salah satu warung yang menjual makanan. Api kemudian merambat dengan cepat ke bangunan lain yang berada berdempetan.

"Api cepat merambat ke bangunan sebelahnya dan menghanguskan tiga petak warung, kita sayangkan informasi yang terlambat masuk ke DPKP," kata Joni.

Ia menyebutkan, bangunan yang terdampak kebakaran terdiri dari warung bakso, soto, serta nasi goreng. Ketiganya berada dalam satu deretan bangunan permanen di sisi jalan kawasan Stasiun Lambuang.

Di tengah situasi tersebut, warga sekitar memadati lokasi untuk melihat proses pemadaman. Petugas berupaya membuat jarak aman agar api tidak meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar titik kebakaran.

"Sedangkan arena olahraga biliard yang berada di belakang warung hanya terdampak bagian dinding," katanya.

Untuk menjinakkan si jago merah, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi mengerahkan enam armada. Bantuan tambahan juga datang dari Kabupaten Agam yang menurunkan dua unit mobil pemadam.

"Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian," ujarnya.

Meski api berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Garis pengaman juga dipasang di sekitar area terdampak.

Penyebab pasti kebakaran Bukittinggi itu hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang. Petugas juga belum dapat memastikan jumlah kerugian material akibat peristiwa tersebut.

"Kerugian belum bisa ditaksir. Alhamdulillah juga tidak ada korban jiwa," pungkasnya. (Antara)

Load More