SuaraSumbar.id - Seorang pria bernama Iwan Hasan (44), warga Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, ditangkap polisi setelah melakukan tindakan kejam terhadap putrinya, Mutiara Hasan (13).
Iwan tega menganiaya dan membakar tubuh anak kandungnya setelah mengetahui sang putri keluar rumah tanpa izin. Akibatnya, tubuh Mutiara mengalami luka bakar hingga 65 persen.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (12/9/2024) sekitar pukul 00.40 WIT di rumah pelaku.
Korban saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate.
"Korban mengalami luka bakar sekitar 65 persen. Saat ini korban masih dirawat di IGD RSUD Chasan Boesoirie," ujar Kasi Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong, Jumat (13/9/2024).
Kejadian bermula saat Mutiara meninggalkan rumah pada Selasa (10/9) dini hari tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Iwan, yang marah setelah mengetahui hal ini, mencari putrinya dengan menemui teman korban, Tina, yang memberi informasi bahwa Mutiara pergi ke Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Iwan dan Tina kemudian pergi ke Sofifi untuk mencari Mutiara. Setelah menemukan Mutiara, mereka membawanya pulang ke Ternate pada Kamis malam.
Sesampainya di rumah, amarah Iwan tak terkendali. Ia memotong rambut Mutiara dengan gunting, meneteskan lilin panas di kakinya, dan menyuruh Tina mengambil minyak tanah.
Baca Juga: Ibu ke Warung, Anak Tewas Disundut hingga Dibanting Ayah TIri
Iwan kemudian menyiram minyak tanah ke tubuh Mutiara dan membakarnya. Saat korban berteriak kesakitan, Tina berusaha memadamkan api dengan menyiram air. Namun, tubuh Mutiara sudah terlanjur terbakar hingga mengalami luka serius.
Kasat Reskrim Polres Ternate, IPTU Bondan Manikotomo, menyatakan bahwa kasus ini termasuk dalam kekerasan terhadap anak, yang merupakan delik murni sehingga akan terus diproses meskipun tidak ada laporan dari korban.
"Kekerasan terhadap anak adalah delik murni, sehingga kami wajib menindaklanjuti meskipun tidak ada laporan," tegas Bondan.
Iwan Hasan dijerat dengan Undang-undang Kekerasan Terhadap Anak, yang mengancam pelaku dengan pidana 5 tahun penjara.
Namun, karena pelaku adalah orang tua kandung korban, hukuman tersebut dapat ditambah sepertiga, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.
Kasus ini telah menyita perhatian publik karena kekejaman yang dilakukan terhadap anaknya sendiri, dan pihak kepolisian terus melanjutkan proses hukum untuk menegakkan keadilan bagi korban.
Berita Terkait
-
Ibu ke Warung, Anak Tewas Disundut hingga Dibanting Ayah TIri
-
BKSDA Lakukan Translokasi 12 Burung Paruh Bengkok
-
Bapak Penganiaya Anak Tiri hingga Tewas di Pasaman Barat Ditangkap Polisi
-
Viral! Detik-Detik Pengantin Pria Ditonjok Wali Nikah Usai Ijab Kabul, Ancaman Pembunuhan Jadi Motif?
-
Larangan Membunuh Anak dalam Al-Qur'an: Penegasan dari Surah Al An'am dan Al A'raf
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial
-
Persoalan Macet Padang-Bukittinggi Ada pada Sistem, Bukan Pilihan Proyek
-
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi SPMB Sumbar, Validasi Prestasi Dinilai Bermasalah