- Amorphophallus Titanum ditemukan kembali di Palupuah, Kabupaten Agam.
- Tinggi bunga bangkai capai 113 centimeter di Sumatera Barat.
- BKSDA masifkan sosialisasi perlindungan bunga endemik Sumatera.
SuaraSumbar.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) kembali menemukan Amorphophallus Titanum, bunga endemik Sumatera yang dikenal sebagai bunga bangkai, di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam.
Penemuan ini menambah daftar lokasi habitat alami Amorphophallus Titanum di wilayah Ranah Minang yang masih terjaga.
Penemuan Amorphophallus Titanum tersebut dilakukan saat petugas BKSDA Sumbar melakukan pemantauan kawasan konservasi.
Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, bunga raksasa itu memiliki ukuran cukup mencolok dan menjadi perhatian tim. Keberadaan Amorphophallus Titanum di Palupuah menegaskan kawasan ini sebagai salah satu wilayah dengan tingkat sebaran tertinggi tanaman langka tersebut di Sumatera Barat.
"Setelah kami hitung ketinggian bunga bangkai ini mencapai 113 centimeter, keliling bunga 69 centimeter dan keliling batang 33 sentimeter," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Syahrul Fitra, Senin (12/1/2026).
Syahrul menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, Kecamatan Palupuah memang menjadi kawasan dengan temuan Amorphophallus Titanum terbanyak.
Selain spesies tersebut, BKSDA juga mengidentifikasi beberapa jenis lain seperti Amorphophallus beccarii, Amorphophallus paeoniifolius, dan Amorphophallus gigas yang masih tumbuh di wilayah Kabupaten Agam.
Dari sejumlah spesies yang telah terdata, Amorphophallus gigas disebut sebagai jenis yang paling sulit ditemukan. Hal ini diduga karena sebarannya tidak terlalu luas di Sumatera Barat.
"Terakhir kita menemukan Amorphophallus gigas ini di Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang pada 2021," katanya.
Lebih lanjut, Syahrul memaparkan siklus hidup Amorphophallus Titanum setelah fase berbunga. Ia menjelaskan bahwa setelah bunga bangkai layu atau mati, sekitar tujuh bulan kemudian akan muncul fase vegetatif baru berupa daun dan batang. Siklus ini menjadi bagian penting dalam pemantauan pertumbuhan tanaman langka tersebut.
Mengingat Amorphophallus Titanum termasuk tumbuhan yang dilindungi berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, BKSDA Sumbar terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya menjaga tanaman endemik Sumatera tersebut.
Sosialisasi juga bertujuan mencegah pembabatan tanaman akibat ketidaktahuan. BKSDA mengakui telah memberikan teguran kepada pihak-pihak yang sengaja merusak dan mendapatkan komitmen agar kejadian serupa tidak terulang.
"Sampai sekarang kami terus melakukan sosialisasi bahwa ini tanaman yang dilindungi undang-undang," katanya.
Berita Terkait
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia