- Dokter Dewita Kamaruddin menyarankan jemaah haji menggunakan tabir surya SPF 50 hingga 80 guna melindungi kulit dari cuaca ekstrem.
- Jemaah wajib mengaplikasikan tabir surya sebanyak dua ruas jari, dua puluh menit sebelum terpapar sinar matahari secara langsung.
- Perawatan kulit sebelum keberangkatan dan penggunaan produk yang tepat membantu menjaga kelembapan serta mencegah iritasi selama menunaikan ibadah haji.
SuaraSumbar.id - Cuaca ekstrem di Tanah Suci bukan sekadar soal panas, tetapi juga ancaman bagi kesehatan kulit jemaah haji. Dokter estetika dari Miracle Ultimate Clinic, dr. Dewita Kamaruddin, mengatakan penggunaan sunscreen SPF 50 hingga SPF 80 menjadi perlindungan kulit jemaah dari paparan sinar matahari di Tanah Suci.
“Pakai aja SPF high. SPF 80 ada. Itu untuk seharian masih oke, bisa untuk seharian,” kata Dewita, melansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Sun Protection Factor (SPF) merupakan angka yang menunjukkan tingkat kemampuan tabir surya (sunscreen) melindungi kulit dari sinar UVB penyebab kulit terbakar (sunburn) dan kanker kulit.
Ia mengatakan SPF tinggi bisa diaplikasikan sekali untuk seharian di bawah sinar matahari dan tidak perlu melakukan pengaplikasian ulang hingga lima jam.
Penggunaan tabir surya juga wajib digunakan 20 menit sebelum beraktivitas di luar yang terpapar langsung di bawah sinar matahari agar ada proses penyerapan ke dalam kulit terlebih dahulu.
“Penggunaannya adalah minimum SPF 50, dan jumlahnya itu harus tepat. Jangan terlalu sedikit, tetapi secukupnya adalah 2 ruas jari. Dan dipakai 20 menit sebelum keluar,” ujarnya.
Dewita mengatakan pengaplikasian ulang tabir surya bisa dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya jika berkeringat atau wajah basah bisa dipakai ulang setelah kulit kering.
Ia juga mengatakan penting untuk menjaga kelembaban dan meningkatkan pertahanan kulit agar bisa mengatasi kondisi cuaca panas ekstrem.
Jika diperlukan, jamaah juga bisa melakukan perawatan kulit dua minggu sebelum keberangkatan untuk meningkatkan nutrisi kulit dengan skin booster salmon DNA, perawatan hyaluronic acid dan penguatan skin barrier dengan facial atau peeling jika ingin terlihat lebih segar.
“Pada saat kita sudah ke luar negeri itu cuacanya masih berubah ekstrem dibandingkan dengan di Indonesia, maka wajah bisa terlihat lebih kusam. Sehingga penting sekali untuk merawat sebelum berangkat. Dan ketika kita sudah mengonsultasikan dengan dokter, dokter juga akan meresepkan obat-obat seperti anti-iritasi untuk berjaga-jaga aja,” katanya.
Berita Terkait
-
Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit
-
5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
-
Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal
-
4 Chemical Sunscreen Tanpa Pewangi Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Sensitif
-
Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar