Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 05 Oktober 2022 | 19:54 WIB
Ternak kambing warga Kabupaten Solok diduga diterkam harimau. [Dok.Istimewa]

Sehingga jika itu harimau kita bekum bisa mengidentifikasi berapa jumlah harimau tersebut.

"Yang jelas sudah kita lakukan perondaan bersama-sama dan penyuluhan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat, selain itu kita juga sudah tawari untuk dibikin kandang komunal, atau kandang bersama yang anti harimau, semoga masyarakat mau," imbuhnya.

Selain itu dia juga mengatakan selama seminggu ini tim WRU Seksi III akan stanby bersama masyarakat, dan semoga tidak ada korban lagi, masyarakat tenang, satwanya bisa kembali ke hutan.

"Setiap malamnya juga akan dilakukan upaya-upaya penghalauan seperti dengan bunyi-bunyian yang keras sesuai prosedur dan tadi malam kami membawa kurang lebih 5 meriam," tutupnya.

Baca Juga: Selamat, Atlet Sumbar Dapat Enam Medali Perunggu di Kejurnas Karate

Sebelumnya warga di Jorong Tiagan, Nagari Supayang, Kabupaten Solok dikejutkan dengan matinya secara misterius ternak kambing milik mereka dalam keadaan tercabik-cabik.

Kapolsek Payung Sekaki, saat dihubungi covesia.com Rabu (5/10/2022), Iptu Azirman membenarkan peristiwa itu.

Dia mengatakan secara total terdata kambing yang mati tersebut sekitar 14 ekor dan diduga kuat diterkam hewan buas dan kejadian diketahui pada hari Selasa (4/10/2022) kemarin.

Load More