SuaraSumbar.id - Pemkot Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), merencanakan pembangunan awning di Jalan Minangkabau Pasar Atas dekat Jam Gadang Bukittinggi.
Namun demikian, rencana itu mendapat penolakan tokoh adat atau Niniak Mamak Kurai karena dinilai menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan, pembangunan awning ini merupakan langkah penataan wajah kota. Sehingga Kota Bukittinggi menjadi lebih baik.
"Di bawahnya itu biasanya PKL, dengan adanya ini bisa lebih rapi lagi dan bermanfaat untuk pedagang di sana. Memanfaatkan untuk pengunjung, tentunya pasti bermanfaat untuk masyarakat," kata Erman di Padang, Senin (3/10/2022).
"Tujuan terakhir bagaimana ekonomi sekitar kawasan Jam Gadang dan Jalan Minangkabau ini meningkat baik," sambungnya.
Erman mengaku kenapa rencana pembangunan Awning ini mendapat penolakan. Apalagi alasan penolakan yang dinilai tidak jelas.
"Sudah kami undang berdiskusi dan berdialog. Intinya, beberapa orang yang (menolak) saya tahu adalah sebelumnya kandidat kepala daerah. Jadi muatannya belum bisa saya terima alasan penolakan. Karena begitu kami undang tidak ada rasional, yang tidak reasonable," tegasnya.
Sebelumnya, penolakan awning ini datang dari tokoh adat atau niniak mamak kurai Kota Bukittinggi. Para pemegang kuasa adat yang tergabung dalam Niniak Mamak Pangka Tuo Nagari Kurai Limo Jorong menyampaikan penolakannya kepada Wali Kota dan DPRD Kota Bukittinggi.
Dalam pernyataannya, dikatakan sejak 20 Februari 2022, Niniak Mamak Pangka Tuo Nagari sudah mengeluarkan pernyataan berkaitan dengan berbagai kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Pemda Bukittinggi terkhusus rencana Pembuatan Awning di Jalan Minangkabau.
Baca Juga: BNI Raih Apresiasi TJSL BUMN Award 2022, Sokong Ekonomi Community
"Penolakan ini setelah melalui kajian dan izin dari Niniak Mamak Pangulu Nan Duo Puluah Anam, sebelumnya kami telah meminta Pemkot untuk bermusyawarah dulu dengan tokoh adat sebelum memutuskan tapi ternyata tidak juga diperhatikan," kata salah seorang Tokoh Adat Kurai, Deni Yuska Datuak Rangkayo Basa melansir Antara.
Berdasarkan sejarah, Jalan Minangkabau merupakan salah satu ikon Kurai Bukittinggi yang menjadi jalan penghubung antara Kebun Binatang dan Jam Gadang yang berlokasi di Bukik Kubangan Kabau dan menjadi pusat perdagangan dan juga tempat berjalan-jalan bagi masyarakat dan dapat langsung menatap Gunung Merapi dan Singgalang.
"Dan dari Warih Nan Bajawek (warisan) Jalan Minangkabau merupakan Jalan Nan Tabukak (terbuka) sebagai Penghubung antara Medan Nan Balinduang (Rumah Gadang) di Kabun Bungo Jo Medan Nan Bapaneh di Bawah Jam Gadang, hal tersebut menjadi kebanggaan kami Masyarakat Hukum Adat Kurai V Jorong, bahwa di nagari kami yang luas nya hanya 25 kilometer persegi terdapat pemandangan yang bagus," katanya.
Dengan lingkungan masih terkesan kuno menjadi daya tarik tersendiri, serta kondisi jalan yang terbuka dan nyaman membuat kesan aman dan tertib dari berbagai kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terutama soal keamanan.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Buntut Bergejolak, Niniak Mamak Kurai Bukittinggi Tolak Pembangunan Awning Jalan Minangkabau Pasar Atas
-
Pembangunan Kantor Gubernur Sulawesi Barat Telan Anggaran Rp109,3 Miliar
-
Pembangunan Fisik IKN Nusantara, Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Tambah Sejumlah Alat
-
Pembangunan PLBN Jagoi Babang Bengkayang Sudah 90 Persen, Wabup Syamsul Rizal Berharap Daerah Penyangga Diperhatikan
-
Pedagang Jalan Minangkabau Bukittinggi Demo Tolak Pembangunan Awning
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar