Riki Chandra
Pengamat politik Sumbar, Najmuddin Rasul. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Kericuhan yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) disebut sebagai perilaku memalukan yang dipertontonkan wakil rakyat. Apalagi, video ricuh sidang paripurna tersebut telah viral di media sosial.

Hal itu dinyatakan pengamat politik yang juga akademisi Universitas Andalas (Unand), Najmudin Rasul. Menurutnya, sebagai wakil rakyat yang dipilih secara demokrasi, anggota DPRD Kabupaten Solok dinilai gagal menjalankan hak dan fungsinya sebagai polisineker (pembuat kebijakan).

"Berkaitan dengan apa yang terjadi hari ini, mereka tidak paham fungsi dari parlemen dan telah memalukan dirinya sendiri sebagai anggota DPRD," katanya kepada SuaraSumbar.id, Selasa (18/8/2021).

"Kalau hal yang bersifat perbedaan pendapat dalam politik, bisa diselesaikan dengan komukasi politik antar anggota parlemen, antar fraksi dan pimpinan partai. Bukan dengan adu jotos," katanya lagi.

Baca Juga: Ketua DPRD Sebut Ricuh Sidang Paripurna Dipicu Lahirnya Peraturan Bupati Solok

Najmudin menilai, sikap politisi di DPRD tidak mencerminkan sebagai 'pemain politik' yang baik. Apalagi, aksi tersebut diketahui masyarakat banyak.

"Politik itu seni permainan. Siapa yang mampu memainkan seni politik, berarti mereka adalah aktor politik. Tetapi kalau main hantam meja, lempar asbak rokok dan lain sebagainya, berarti mereka tidak paham fungsinya," katanya.

Najdmudin menduga, rentetan kericuhan politik yang terjadi di Kabupaten Solok lahir dari ketidakharmonisannya hubungan Bupati Solok dengan Ketua DPRD.

"Konflik bupati dengan Ketua DPRD bermuara kepada komukasi pemerintah dengan DPRD Solok. Tidak bisa dihindari itu," tuturnya.

Seperti diketahui, aksi tak pantas yang dipertonton wakil rakyat itu terjadi pada Rabu (18/8/2021). Video kericuhan sidang paripurna DPRD Kabupaten Solok pun telah viral di media sosial.

Baca Juga: Ricuh Paripurna Berakhir Buntu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Tinggalkan Ruang Sidang

Dari video yang beredar, agenda sidang paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra yang duduk bersebelahan dengan Bupati Solok Epyardi Asda.

Komentar