-
Tebing longsor diperkuat rangka besi dan pasir besi.
-
Jalur dibuka terbatas hanya kendaraan kecil dan sedang.
-
Bus dan truk dialihkan melalui jalur Sitinjau Lauik.
SuaraSumbar.id - Proses perbaikan jalur Lembah Anai terus dilakukan setelah longsor dan galodo sempat memutus akses utama penghubung Padang–Padang Panjang–Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).
Salah satu langkah yang kini dikerjakan adalah pelapisan dinding tebing bekas longsor menggunakan rangka besi dan semprotan pasir besi.
Di lokasi perbaikan jalur Lembah Anai, tepatnya di Kabupaten Tanah Datar, dinding tebing yang sebelumnya runtuh kini diperkuat dengan struktur rangka besi yang menutup permukaan lereng.
Rangka tersebut kemudian dilapisi adukan pasir besi guna menahan potensi material tanah lepas.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam perbaikan jalur Lembah Anai agar jalur vital tersebut kembali aman dilalui masyarakat.
Penguatan tebing dilakukan untuk meminimalkan risiko longsor susulan di kawasan yang dikenal rawan bencana tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rangka besi dipasang menutup seluruh bagian tebing yang mengalami longsor. Setelah itu, permukaan lereng disemprot menggunakan campuran pasir besi yang berfungsi memperkuat struktur tanah. Metode ini bertujuan menahan lepasan material yang berpotensi jatuh ke badan jalan.
Penggunaan lapisan pasir besi dengan rangka besi beton bukan kali pertama diterapkan. Metode ini telah digunakan di berbagai proyek infrastruktur jalan raya, khususnya pada penanganan tebing rawan longsor. Salah satu contohnya adalah pelapisan dinding tebing di kawasan Kelok Sembilan yang dikenal memiliki kontur perbukitan terjal.
Sementara itu, normalisasi jalur Padang–Padang Panjang–Bukittinggi yang sebelumnya terputus akibat galodo terus digenjot. Aktivitas perbaikan dilakukan setiap hari dengan sistem buka-tutup jalan.
Selama jam kerja proyek, jalur tersebut ditutup mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Setelah itu, akses dibuka kembali mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Namun, pembukaan jalur hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil dan sedang.
Untuk kendaraan berukuran besar seperti bus besar dan truk, jalur ini masih belum dapat dilalui. Kendaraan besar dialihkan melalui jalur alternatif Sitinjau Lauik guna menghindari risiko di area perbaikan. (Antara)
Berita Terkait
-
Imran Nahumarury Bertekad Bawa Semen Padang Kembali ke Super League
-
Rizky Ridho Kecewa Persija Kalah, Tragedi Kartu Merah Gagal Beri Kado untuk Jakmania
-
Drama Super League: Persis Solo Turun Kasta Meski Bungkam Persita
-
Persija Bidik Akhir Manis di JIS, Ardhi Tjahjoko Tegaskan Wajib Menang Lawan Semen Padang
-
Haram Remehkan Tim Degradasi, Persija Jakarta Bidik Kemenangan Manis di Laga Pamungkas Super League
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Salad Jadi Pilihan Camilan Sehat saat Cuaca Panas, Ini Manfaat dan Resep Segarnya
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Polisi Temukan Tangki Modifikasi dan Pelat Nomor Ganda dalam Sidak SPBU di Padang
-
Pemadaman Listrik Berakhir, PLN Klaim Listrik di Sumbar Menyala 100 Persen
-
PLN Klaim Seluruh Gardu Induk Listrik Sumbar Telah Menyala