-
Banyak Rumah Gadang di Sumbar rusak dan hampir ambruk.
-
Wagub minta anggaran pemugaran segera disiapkan.
-
Renovasi disertai dokumentasi sejarah dan storytelling budaya.
SuaraSumbar.id - Kondisi Rumah Gadang di Sumatera Barat (Sumbar) makin memprihatinkan. Banyak bangunan adat yang menjadi simbol budaya Minangkabau itu dilaporkan dalam keadaan rusak, bahkan nyaris ambruk.
Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy mengatakan bahwa situasi Rumah Gadang yang memprihatinkan ini bisa mengancam kelestarian sejarah dan identitas daerah Minangkabau.
Hal itu ditegaskan Vasko dalam rapat bersama jajaran Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa bangunan adat tersebut bukan sekadar konstruksi fisik, tetapi memiliki nilai historis yang kuat.
“Banyak banget Rumah Gadang yang sudah ambruk hampir hancur,” ujar Vasko Ruseimy, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan bahwa Rumah Gadang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sejarah dan kebesaran adat Minangkabau yang memiliki nilai historical sangat kuat.
Menurutnya, Pemprov Sumbar tengah memikirkan langkah konkret untuk mengalokasikan anggaran pemugaran. “Nah ini gimana caranya nanti kita alokasikan, siapkan anggaran buat kita pilih berapa Rumah Gadang nanti (untuk dipugar),” katanya.
Ia meminta agar dilakukan seleksi terhadap sejumlah Rumah Gadang yang dinilai prioritas untuk diperbaiki dan dirawat kembali. Langkah tersebut akan dilakukan melalui pemetaan serta plotting bangunan yang memiliki nilai sejarah penting di tingkat nagari.
Lebih lanjut, Vasko menekankan pentingnya dukungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyisihkan dana khusus untuk pelestarian bangunan bersejarah tersebut.
“Minta tolong nanti yah dimasukin yah, kita sisihkan berapa anggaran nanti minta sama TAPD, yang sejarah-sejarah itu penting tuh,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bahwa banyak Rumah Gadang milik kaum di nagari yang menyimpan kisah panjang sejarah. Setiap bangunan disebut memiliki cerita tersendiri, mulai dari proses pembangunan oleh Ninik Mamak hingga dinamika sejarah yang pernah terjadi.
Namun, ia menegaskan bahwa pemugaran tidak boleh hanya sebatas renovasi fisik. “Renovasi itu jangan hanya sekedar kita renov, tapi kita buat historical-nya, ada story telling-nya di situ,” ujarnya.
Vasko ingin agar setiap Rumah Gadang yang dipugar dilengkapi narasi sejarah untuk memperkuat nilai edukasi bagi generasi muda. Ia bahkan mencontohkan kemungkinan adanya kisah Rumah Gadang yang pernah dibakar Belanda atau peristiwa lain yang menjadi bagian perjalanan masyarakat Minangkabau.
“Disiapin yah pak (Kadis Kebudayaan) diploting, mengerti yah maksudnya. Pokoknya saya ingin melestarikan Rumah Gadang di Sumbar ini jangan sampai hilanglah,” tegasnya.
Langkah pelestarian ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan budaya Minangkabau. Dengan kondisi Rumah Gadang Sumbar memprihatinkan, upaya penyediaan anggaran pemugaran menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan sejarah daerah. (Antara)
Berita Terkait
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial