Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat

Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 24 Maret 2026 | 18:38 WIB
Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat
Ilustrasi Erupsi Gunung Marapi di Sumbar. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Marapi terjadi 26 detik, amplitudo terekam seismogram.
  • Kolom abu tidak teramati karena tertutup awan tebal.
  • PVMBG imbau warga waspada lahar dingin saat hujan.

SuaraSumbar.id - Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Erupsi Gunung Marapi terjadi pada Selasa (24/3/2026) siang dan berlangsung singkat, namun tetap menjadi perhatian warga di sekitar kawasan rawan bencana di Sumatera Barat (Sumbar).

Pos Gunung Api (PGA) melaporkan erupsi Gunung Marapi terjadi pada pukul 14.26 WIB. Peristiwa ini terekam di alat seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter serta berdurasi sekitar 26 detik.

Aktivitas ini menjadi salah satu indikasi dinamika vulkanik yang masih berlangsung di gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar tersebut.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 14.26 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter serta berdurasi sekitar 26 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra.

Dalam laporan resminya, disebutkan bahwa tinggi kolom abu akibat erupsi Gunung Marapi tidak dapat teramati. Hal ini disebabkan kondisi cuaca di sekitar puncak gunung yang tertutup awan. Gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.

Beberapa saat setelah erupsi, tepatnya pukul 15.12 WIB, PGA kembali melaporkan bahwa kawasan sekitar Gunung Marapi diguyur hujan. Kondisi ini meningkatkan potensi risiko lanjutan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi masyarakat. Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api, yakni Kawah Verbeek.

Selain itu, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman lahar dingin yang dapat terjadi saat hujan turun. Potensi ini perlu diwaspadai, terutama oleh warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai dari puncak gunung.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Di sisi lain, semua pihak diminta tetap menjaga suasana kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Dengan kondisi saat ini, erupsi Gunung Marapi menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi setiap rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak