- BKSDA pasang enam kamera trap pantau Harimau Sumatera di Agam.
- Video harimau viral picu respons cepat petugas.
- Warga diimbau hindari lokasi kemunculan sementara waktu.
SuaraSumbar.id - BKSDA Sumbar pasang enam kamera trap atau kamera jebak untuk pantau Harimau Sumatera di Agam setelah kemunculan satwa dilindungi itu terekam video warga dan viral di media sosial.
Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan identitas serta pergerakan satwa liar tersebut di kawasan Ladang Ateh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar memastikan bahwa pemasangan enam kamera trap pantau harimau sumatera itu bagian dari penanganan konflik satwa liar.
Kamera jebak dipasang di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur lintasan harimau berdasarkan temuan jejak kaki dan cakaran di sekitar lokasi.
"Petugas Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan konflik tersebut dengan memasang enam kamera treap," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kamera tersebut digunakan untuk mengidentifikasi usia, jenis kelamin, serta memantau pola pergerakan satwa liar.
Pemasangan dilakukan sebagai respons atas laporan warga terkait video kemunculan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di lahan perkebunan milik masyarakat.
Kemunculan satu individu harimau itu sebelumnya sempat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran warga sekitar Ladang Ateh.
"Sehubungan dengan adanya video kemunculan satwa harimau, kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penanganan," katanya.
Selain memasang kamera jebak, BKSDA Sumbar juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait di lapangan guna memperkuat langkah mitigasi konflik satwa liar. Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh turut diterjunkan untuk penanganan awal di lokasi.
"Tim Pagari Pasia Laweh telah kita kerahkan untuk penanganan konflik setelah mendapatkan laporan kemunculan harimau sumatera," ujarnya.
BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan harimau, serta mengandangkan ternak guna menghindari potensi interaksi langsung dengan satwa tersebut.
Sebelumnya, tiga individu harimau sumatera juga terekam kamera pemantau Closed Circuit Television (CCTV) milik Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang atau Global Atmosphere Watch (GAW) di Kecamatan Palupuh, Agam, pada Senin (23/2/2026).
Namun, belum dapat dipastikan apakah individu yang terekam CCTV tersebut merupakan satwa yang sama dengan yang muncul di Ladang Ateh.
Dengan langkah pemantauan ini, BKSDA Sumbar pasang enam kamera trap pantau harimau sumatera di Agam guna memastikan situasi tetap terkendali dan meminimalkan risiko konflik di wilayah tersebut. (Antara)