-
Tol Sicincin-Bukittinggi dibangun dua segmen utama sepanjang 40 kilometer.
-
Proyek mencakup terowongan panjang, jembatan, dan jalan permukaan.
-
Survei geoteknik direncanakan mulai Februari hingga Mei 2026.
SuaraSumbar.id - Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pembagian proyek tersebut ke dalam dua segmen utama.
Ruas tol sepanjang 40,01 kilometer ini merupakan bagian dari Tol Padang–Pekanbaru yang diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengungkapkan bahwa tol Sicincin-Bukittinggi akan dibangun melalui dua segmen besar, yakni segmen Sicincin-Kayu Tanam–Padang Panjang dan segmen Bukittinggi–Padang Panjang.
Pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan perencanaan dengan kondisi geografis yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
“Pembangunannya direncanakan dua segmen utama yakni segmen Sicincin/Kayu Tanam-Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer, dan segmen Bukittinggi-Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer,” kata Mahyeldi, Kamis (5/2/2026).
Setiap segmen Tol Sicincin-Bukittinggi nantinya akan dilengkapi satu simpang susun atau interchange guna mendukung mobilitas dan akses antarwilayah.
Berdasarkan kajian Kementerian PU bersama instansi terkait, total kebutuhan biaya pembangunan seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun.
“Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi,” katanya.
Khusus pada seksi Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, perencanaan mencakup pembangunan dua terowongan dengan total panjang 5,85 kilometer. Terowongan pertama dirancang sepanjang 5,5 kilometer, sedangkan terowongan kedua sepanjang 0,35 kilometer.
Selain terowongan, trase ini juga akan menggunakan kombinasi konstruksi berupa 4,45 kilometer jalan di atas permukaan tanah, sekitar 10 kilometer jembatan, dan sisanya berupa terowongan.
Sementara itu, pada seksi Bukittinggi–Padang Panjang, konstruksi Tol Sicincin-Bukittinggi direncanakan sebagian besar berada di atas permukaan tanah sepanjang 17 kilometer, dengan tambahan jembatan sepanjang 2,71 kilometer.
“Mengingat karakteristik medan yang cukup kompleks dan perlu terowongan, maka dibutuhkan survei dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini survei topografinya sudah selesai dilaksanakan,” ujar Mahyeldi.
Tahapan berikutnya adalah survei geoteknik berupa boring investigation atau penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026.
“Dengan syarat izin memasuki hutan lindung sudah keluar dari kementerian terkait. Jika itu belum terbit, tim survei belum bisa bekerja,” ujar eks Wali Kota Padang itu.
Dengan tahapan perencanaan dan survei yang terus berjalan, pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi menjadi salah satu proyek strategis yang disiapkan untuk meningkatkan konektivitas dan akses transportasi di Sumatera Barat. (Antara)